Polair Polda Metro Ungkap Peredaran Narkotika Modus Sabu Ditukar Solar

Polair Polda Metro Ungkap Peredaran Narkotika Modus Sabu Ditukar Solar

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 02 Jul 2015 14:45 WIB
Polair Polda Metro Ungkap Peredaran Narkotika Modus Sabu Ditukar Solar
Direktorat Polair Polda Metro Jaya mengungkap peredaran narkotika di kalangan nelayan di Jakarta Utara (Amel/detikcom)
Jakarta - Direktorat Polair Polda Metro Jaya mengungkap peredaran narkotika di kalangan nelayan di muara Sungai Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara. Jika dalam transaksi narkotika ditukar uang, namun peredaran narkotika di kalangan nelayan ini ditukar solar.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya Kompol Edi Guritno menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat adanya transaksi narkotika di kalangan nelayan di muara Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara.

"Kemudian kita lakukan patroli semalam untuk menyelidiki informasi tersebut," kata Edi kepada detikcom, Kamis (2/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Patroli yang dilakukan di 3 titik sejak Rabu (1/7) malam hingga dini hari tadi, membuahkan hasil. Petugas berhasil menangkap total 5 tersangka dalam patroli ini.

"Empat orang nelayan yang sering menggunakan narkotika dan satu lagi kurirnya," ucapnya.

Di lokasi pertama, petugas menangkap 2 orang nelayan yang diinformasikan sering mengkonsumsi narkotika. Dari kedua nelayan ini, petugas mengamankan barang bukti sabu paket hemat plus alat hisap sabu (bong).

Kedua nelayan ini kemudian 'bernyanyi'. Keduanya mengaku, bukan hanya mereka yang sering memakai sabu, tetapi ada teman-temannya yang lain.

"Kemudian kita kembangkan, ditangkaplah 2 orang nelayan lainnya dengan sejumlah sabu," tuturnya.

Hasil pemeriksaan para nelayan ini kemudian membawa penyelidikan polisi kepada kurirnya. Polisi kemudian memancing kurir untuk mengantar sabu di muara Cakung Drain pada dini hari tadi.

"Menurut para nelayan ini, kalau pesan mereka bisa transfer uang, tetapi kalau tidak ada uang cash bisa ditukar dengan solar," ungkapnya.

Polisi kemudian memancing sang kurir untuk mengantarkan paket sabu yang akan ditukar dengan sejumlah jeriken solar. Kurir pun menyetujuinya hingga masuk ke dalam perangkap dan akhirnya tertangkap.

"Untuk bandarnya masih kita selidiki," imbuhnya.

Dia katakan, modus sabu tukar solar ini diduga sering dilakukan pemakai narkotika di kalangan nelayan. Untuk 4 paket sabu yang bernilai sekitar Rp 400 ribu bisa ditukar dengan 6 jeriken solar yang masing-masing berisi 30 liter.

"Kalau beli solar langsung 6 jeriken itu kan sekitar Rp 600 ribu, tetapi kalau jual sabu pakai solar ini kurirnya diuntungkan. Karena solar hasil transaksi sabu ini dijual kembali ke para nelayan," jelasnya.

Adapun, nelayan yang ditangkap ini adalah nelayan yang menjual jasa transportasi getek, ada pulaa nelayan pencari ikan dan nelayan yang mencari besi tua di tengah laut. Mereka beralasan menggunakan sabu agar bisa melek terus selama melaut.

Kasus ini masih dikembangkan oleh penyidik Subdit Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya. Sementara para tersangka dijerat dengan Undang-undang Narkotika No 35 Tahun 2009. (mei/bar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads