Siti Rodiyah Ingin Balas Budi ke Negara dengan Jadi Dosen

Muda dan Menginspirasi

Siti Rodiyah Ingin Balas Budi ke Negara dengan Jadi Dosen

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kamis, 02 Jul 2015 13:32 WIB
Siti Rodiyah Ingin Balas Budi ke Negara dengan Jadi Dosen
Foto: Siti Rohiyah (Istimewa)
Jakarta - Siti Rodiyah (24) kini sudah menyandang predikat sarjana sosial dari FISIP Unsoed. Kini dirinya siap menatap masa depan yang mungkin bisa mengubah nasib keluarga.

Siti berasal dari keluarga yang amat sederhana. Ayahnya yang bernama Miswan Kasim bekerja serabutan dan tak jarang menjadi kuli bangunan. Sedangkan ibunya menjadi ibu rumah tangga yang merawat tiga anak.

Sejak kecil Siti tinggal di Cirebon bersama keluarganya. Hanya saja Siti mendapat kesempatan untuk berkuliah di luar kampung halamannya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sewaktu SMA Siti mendapat nilai terbaik untuk jurusan IPS sehingga mendapatkan beasiswa hingga dia lulus tahun 2009. Setelah itu dia sempat mengenyam satu semester di salah satu universitas ternama di Indonesia, dan terbentur biaya.

Singkat cerita, Siti kemudian bekerja selama setahun di pabrik garmen yang terletak di Majalengka selama satu tahun. Kemudian dia mencoba kembali tes masuk PTN dan diterima di Jurusan Sosiologi FISIP Unsoed.

"Saya mendapat keringanan biaya pendaftaran setelah dibantu kakak-kakak dari BEM kampus. Lalu di kuliah saya mendapatkan beasiswa dari pemerintah yang namanya PPA (Peningkatan Prestasi Akademik)," kata Siti saat berbagi inspirasi dengan detikcom, Sabtu (27/6/2015).

Besaran beasiswa itu adalah Rp 350.000 per bulan yang dibayarkan setiap semester. Sehingga pada setiap semester dia mendapatkan uang beasiswa sebesar Rp 2,1 juta.

"Biasanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, ada yang dikirim ke orang tua juga," kata dia.

Beasiswa tersebut berasal dari pemerintah yang disalurkan ke kampus-kampus PTN. Syarat dari beasiswa itu adalah mempertahankan prestasi setiap semester. Nantinya transkrip nilai akan dikumpulkan pada awal semester sebagai penentu apakah akan mendapat beasiswa itu lagi atau tidak.

"Alhamdulillah sampai lulus saya dapat beasiswanya. Karena itu saya jadi merasa berutang kepada negara," ungkap Siti.

Kini Siti tengah sibuk mengurus berkas-berkas untuk mendaftar beasiswa. Dia ingin sekali melanjutkan studi ke jenjang magister.

"Kalau tidak dapat beasiswa sih saya inginnya bekerja di aktivis sosial. Misalnya seperti di Unicef atau di Unesco. Tapi yang utama ya ingin jadi dosen, ingin mengajar. Saya ingin mengajar karena ingin balas budi ke negara," tutur Siti.

Berita menggugah dengan tema muda dan mengispirasi sengaja disajikan untuk membangkitkan semangat generasi muda untuk semakin kreatif dan inovatif dalam berbagai hal. Jika ada figur di sekeliling anda yang mengispirasi, anda bisa memberikan informasi kepada kami melalui email redaksi@detik.com. Ayo berkreasi untuk negeri, detik ini juga!

(bag/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini