Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna menyatakan, ketiga bukti yang sudah ditemukan merupakan laporan awal. Penyelidikan masih berlangsung dan akan ada informasi hasil penyelidikan lanjutan.
Agus menyampaikan bukti pertama yang sudah diperoleh adalah mengenai saat pilot yang meminta kembali ke pangkalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukti kedua, kata Agus, jika dilihat dari posisi pesawat yang berbelok ke kanan dan tidak bisa naik secara normal, diperkirakan mesin sebelah kanan rusak.
"Diperkirakan engine sebelah kanan trouble. Mati," katanya.
Matinya mesin itu, kata Agus, dipastikan karena melihat kondisi propeller atau baling-baling pesawat berada dalam posisi yang tidak seharusnya.
"Propeller itu stop, mati," katanya.
Karena ketinggiannya itu untuk naik secara normal tidak cukup. Sehingga pesawat akhirnya turun dan menabrak antena yang ada di lokasi. Pesawat kemudian oleng dan lantas jatuh di lokasi. (rul/nwk)











































