Dari Halim, 12 Jenazah Lanjut ke Malang dan Yogya Termasuk Kopilot Pandu

Dari Halim, 12 Jenazah Lanjut ke Malang dan Yogya Termasuk Kopilot Pandu

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 02 Jul 2015 12:57 WIB
Dari Halim, 12 Jenazah Lanjut ke Malang dan Yogya Termasuk Kopilot Pandu
foto: Elza/detikcom
Jakarta - Sebanyak 21 jenazah korban Hercules sudah diterbangkan dari Medan, Sumatera Utara. Setelah transit di Pekanbaru dan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 12 jenazah melanjutkan perjalanan menuju ke Yogyakarta dan Malang.

Ke-21 jenazah korban dibawa dengan menggunakan Pesawat Hercules A-1326. Pesawat tersebut menurunkan jenazah Serda Ainul A di Lanud Rusmin Nurjadin, Pekanbaru, dan 8 jenazah lainnya di Lanud Halim Perdanakusuma.

Delapan jenazah tersebut adalah Letnan Kal Bayu Perdana, Ananda Putri, dan Biakti Nugraha yang berasal dari Jakarta. Sementara itu 5 jenazah lainnya hanya transit dan diterbangkan ke 3 daerah dengan menggunakan pesawat CN-295.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada 3 yang diturunkan di Lanud Husein Sastranegara Bandung yaitu Anzardea Okiza, dan 2 yang nantinya dibawa ke Cilacap yakni Pratu Ardianto serta Serda Ando Dandi. Kemudian 2 jenazah juga akan diantarkan pesawat CN ke Lanud Iswahyudi Madiun, Kopda Dani dan Serda Samsir.

Sementara itu 12 jenazah sisanya melanjutkan terbang dengan Hercules A-1326. Ada 7 yang akan diturunkan di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta, termasuk jenazah kopilot Lettu Pnb Pandu Setiawan.

"7 ke Yogya,5 ke Malang. Yang di Yogya ada kopilot Pandu," ucap staf Dispenau memberikan informasi.

Tujuh jenazah yang dibawa ke Yogyakarta adalah Kopda Mujiman, Pratu Warsianto, Prada Alfian, Kopda Saryanto, Lettu Pnb Pandu Setiawan, Serda Agung B, dan Serka Sutrisno. Seperti diketahui, Pandu baru saja menikah selama 3 bulan dengan sang istri.

Kemudian 6 jenazah yang diantarkan ke Lanud Abdulrachman Saleh Malang adalah atas nama Gavin, Revaldo, Armiyanti, dan Leonardo. Sisanya adalah jenazah Sertu Irianto Sili, satu dari 10 anggota Paskhas yang menjadi penumpang pesawat Hercules yang jatuh itu.

"Sertu Irianto anak buah saya. Jenazahnya dikirim dulu ke Malang, dari sana menggunakan Boeing diantarkan ke Biak," ucap Dankopaskhas Marsda Adrian Watimena di Lanud Halim. (ear/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini