Hal itu juga yang menjadi momok Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) setiap melaksanakan operasi pasar. Ia mengakui tetap ada celah 'pemain' meski tahun ini kegiatan itu dilakukan dengan memprioritaskan transaksi non tunai.
"Bisa enggak yang beli adalah karyawan seseorang lalu nanti itu jual lagi? Bisa. Tetap aja ada celah seperti itu," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bisa resume aja dari bank (data pembeli). Kan data kamu semuanya lengkap dari bank," sambungnya.
Ia juga menekankan tak masalah jika ada kalangan menengah yang ikut operasi pasar ini. Pasalnya, tujuan operasi pasar ini untuk menekan permintaan pasar dengan harga lebih murah.
"Ini kan menurunkan permintaan barang. Jadi kalau ada kelas menengah beli, itu juga baik," sambungnya.
"Kalau barang enggak cukup dengan data yang ada, kita bisa buat aturan bahwa yang penghasilannya sekian tidak bisa membeli (di operasi pasar tahun berikutnya). Kita tetap ingin ini menetralisir pasar sehingga penawaran itu menurun karena permintaan turun," pungkasnya. (mnb/bar)











































