Untuk tahun ini, Pemprov DKI menggandeng 3 bank yakni Bank DKI, BCA dan BRI untuk melakukan transaksi non tunai pembelian di operasi pasar ini. Untuk tahap awal, akan diujicoba selama 6 hari.
"Sebenarnya saya agak kecewa karena ini tidak sepenuhnya cashless (non tunai) tapi tidak apa-apa. Saya mau kita coba 6 hari dulu. Saya minta datanya nanti," kata Gubernur DKI Basuki T Purnama dalam sambutannya di acara pelepasan operasi pasar Pemprov DKI 2015 di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Kamis (2/7/2015).
Dalam acara itu hadir Kepala PD Pasar Jaya Djangga Lubis, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Nandang Jumantara, Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo, perwakilan dari Bulog serta bank-bank yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Ahok sebenarnya ingin operasi pasar ini sepenuhnya dilaksanakan tanpa uang tunai. Warga yang sudah memiliki rekening bank bisa berbelanja dengan kartu ATM-nya atau uang elektronik.
Sebenarnya transaksi non tunai ini sudah ingin ia terapkan di tahun 2013. Namun, saat itu PD Pasar Jaya menyatakan diri belum siap. Tahun 2014, ia kembali mengajukan ide itu namun terkendala oleh Bulog yang belum siap menggunakan transaksi non tunai.
"Katanya 2015 Bulog sudah siap cashless. Tapi ternyata sekarang, Bulog tetap tidak bisa (cashless). Kalau Bulog nggak bisa nggak apa-apa karena saya tidak bisa kontrol Bulog tapi setidaknya Pemprov DKI sudah memulai," terangnya.
Karena itu, ia memaksakan untuk mencoba transaksi non tunai 6 hari. Jika berhasil maka ia ingin transaksi tersebut berlanjut selama 15 hari atau selama operasi pasar berlangsung.
"Cobanya 6 hari, kalau laku kenapa nggak 15 hari? Kalau dari hari pertama anda sudah bilang bisa cash bisa non tunai, ya rusak," tegasnya.
Operasi pasar ini akan dilaksanakan di 153 pasar sejak 2 Juli hingga 16 Juli mendatang. Ia menjelaskan bahwa pemaksaannya untuk transaksi non tunai ini agar Pemprov DKI memiliki data mengenai tingkat kebutuhan dan keuangan warganya. Data ini akan dijadikan pegangan dan dianalisis serta dicocokkan dengan data milik Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta. (mnb/aan)











































