Anggota Komisi I DPR Ragu Ada Komersialisasi Hercules

Tragedi Hercules

Anggota Komisi I DPR Ragu Ada Komersialisasi Hercules

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 02 Jul 2015 10:41 WIB
Anggota Komisi I DPR Ragu Ada Komersialisasi Hercules
Jakarta - Anggota Komisi I DPR yang berlatar belakang TNI, TB Hasanuddin, memaparkan fungsi Hercules sebagai pesawat angkut TNI AU. Purnawirawan jenderal bintang dua ini ragu ada komersialisasi pesawat andalan TNI AU ini.

"Hercules itu pesawat angkut TNI AU, fungsinya untuk bantuan tempur, misalnya mengirim prajurit, bantuan logistik sepert mengirim perlengkapan senjata atau tank, lalu bawa beras dan sebagainya. Lalu ada bantuan administrasi. Bantuan administrasi itu dalam keadaan damai biasanya untuk pergeseran tugas para prajurit dari sini jaga di sana, yang pulang jaga diangkut. Nah, biasanya ada anggota keluarganya yang ikut," kata Hasanuddin kepada detikcom, Kamis (2/6/2015).

Hasanuddin yakin kemungkinan adanya penyusup dalam arti penumpang di luar keluarga TNI sulit. Karena harus ada izin dari Komandan Lanud dan syarat lain yang cukup rumit. Sementara untuk kepentingan perpindahan tugas TNI, kepentingan evakuasi bencana dan lainnya terbuka lebar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan pesawat dalam keadaan damai itu boleh misalnya untuk keluarganya bertugas, dua untuk bencana alam, kemudian untuk kepentingan kepentingan ke daerah kalau memang mendesak dan tidak ada rute penerbangan sipil," katanya.

Hasanuddin yakin di zaman sekarang tak ada komersialisasi pesawat Hercules. Apalagi sampai membayar Rp 900 ribu untuk terbang dengan Hercules di saat penerbangan sipil sudah banyak.

"Kalau zaman dulu bisa jadi iya ketika penerbangan sipil masih kurang. Kalau sekarang saya tidak yakin apalagi ngasih Rp 900 ribu dan ujung ke ujung. Pelayanan pakai maskapai lain yang murah cuma Rp 600 ribu. Jadi menurut saya tidak masuk akal," katanya.

"Yang kedua juga biasanya nggak berani kalau tidak ada saudaranya yang militer, apalagi tempat duduk di Hercules itu bukan pakai bangku tapi pakai anyaman plastik berjejer dari depan ke belakang, berhadap-hadapan nempel di dinding pesawat, jadi hanya berhadap-hadapan. Jadi saya tidak yakin ada orang mau bayar mahal buat ikut Hercules yang jadwalnya nggak pasti terbangnya kapan," pungkasnya.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads