Mualaf Yuni, Mengenal Islam karena Sering Lihat Pengasuh Salat

Ramadan 2015

Mualaf Yuni, Mengenal Islam karena Sering Lihat Pengasuh Salat

Salmah Muslimah - detikNews
Kamis, 02 Jul 2015 10:04 WIB
Mualaf Yuni, Mengenal Islam karena Sering Lihat Pengasuh Salat
(Salmah Muslimah/detikcom)
Jakarta - Seorang gadis kecil duduk di pojok ruangan sambil memperhatikan perempuan di depannya melaksanakan salat. Dia merasa tertarik dengan gerakan berdiri, rukuk, dan sujud yang dilakukan berulang itu.

30 tahun sudah peristiwa itu berlalu, namun ingatan Yuniati Suryoatmojo (36) masih tajam ketika pertama kali dirinya mengenal Islam. Yuni kecil sering melihat pengasuhnya salat lima waktu di kamar pembantu dah hal itu membuatnya penasaran.

"Setiap Magrib kan dia salat terus aku liatin. Aku masuk ke kamarnya aku ikut praktik salat, waktu itu masih SD," ucap Yuni saat ditemui detikcom di rumahnya di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuni kecil lahir dari keluarga Tionghoa non-muslim di Surabaya, Jawa Timur. Lingkungan rumahnya yang sebagian besar muslim membuat dia sedikit banyak tahu soal Islam.

"Kalau azan Magrib aku mendengarnya sudah tersentuh, salawat juga aku hafal," kenang Yuni.

Saat beranjak SMA, keluarga besar Yuni mulai tarik menarik urusan agama. Pihak keluarga ibunya ingin Yuni masuk ke agama tertentu. Sedangkan pihak keluarga ayahnya ingin dia tetap berada di agama yang dianut keluarga Tionghoa secara turun temurun. Namun Yuni masih merasa tertarik dengan Islam.

"SMA aku sekolah di sekolah non-muslim. Murid muslimnya cuma 4 cewek semua dan aku dekat sama mereka semua. Sudah mulai tertarik (pada Islam) di situ, teman puasa, kadang-kadang juga aku ikutan," katanya.

Kondisi Yuni berubah ketika ibu kandungnya meninggal dan ayahnya menikah lagi dengan perempuan yang menjadi ibu tirinya.

"Saya nggak cocok sama dia. Bapak yang sudah tua juga tidak bisa berbuat apa-apa setiap saya dimarahi," kenang Yuni.

Yuni kuliah ekstensi di sebuah kampus di Ngagel, Surabaya. Di masa itu dia semakin dekat dengan Islam, Yuni banyak bertanya tentang Islam kepada seorang pemuda yang dikenalnya melalui internet hingga akhirnya dia mengucap syahadat.

"Dia banyak jelasin soal Islam, akhirnya aku syahadat sama dia tapi via telepon tahun 2005. Masih sembunyi-sembunyi belum berani terang-terangan ke keluarga kalau aku sudah masuk Islam," ucapnya.

Yuni lalu mulai membeli buku tuntunan salat dan mencoba melaksanakan semampunya. "Pas salat aku taruh bukunya di bawah, jadi sambil lihat ke bawah," kata dia.

"Waktu itu salat pakai sarung sama jaket, sajadahnya pakai kain. Salatnya di kamar dan dikunci, takut ketahuan," tambahnya.

Yuni terus mencari dan mendalami tentang Islam baik melalui internet atau buku-buku yang dibelinya. Hingga dia pergi dari rumah tahun 2007, keislaman Yuni masih belum diketahui keluarganya.
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)


Berita Terkait