"Kita beli itu sejak awal, tahun 1964. Tapi sudah overhaul 3600 tahun 2013," ujar Danlanud Abdulrachman Saleh Malang Marsma Hadi Tjahjanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Rabu (1/7/2015) malam.
Pesawat tipe B Hercules nahas itu memiliki call sign A-1310. Sebelum jatuh di Medan pada Rabu (30/6), pemeriksaan baru saja dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya A-1310 akan mendapat overhaul setengah pada 2016 nanti. Itu adalah pemeriksaan 3 tahunan. Overhaul sendiri merupakan pemeliharaan berat, dan biasanya juga sekaligus menambah kemampuan.
"Overhaul (perbaikan di seluruh sisi) 3600 jadi seluruhnya, engine pesawat, sistemnya. Namanya SIT (Structure Inspection Progress), sudah tahun 2013. Nanti 2016 akan dilaksanakan pemeliharaan separuh. Jadi misal kalau penuhnya 3600, maka 1800 dilaksanakan TYI (three years inspection). Per tiga tahunan," jelas Hadi.
"Pesawat ini pemeliharaannya ada structure untuk yang 3600. (Pemeriksaan) engine per-100 akan diinspeksi," tambah mantan Kadispenau itu.
Tak hanya memiliki kemampuan untuk misi angkutan rutin di TNI AU, pesawat yang bisa membawa 92 penumpang dewasa itu juga pernah beberapa kali mengikuti misi kemanusian dan operasi. Pesawat ini mampu mengangkut beban total seberat 8,5 ton.
"Sebelum ini, dukungan Penerbad ke Papua, kegiatan lain di dalam negeri juga banyak menggunakan A-1310. Misi kemanusian A-1310 selalu ikut termasuk ke luar negeri, pernah misi waktu ke Filipina kita libatkan," tutup Hadi. (ear/ega)











































