"Diharapkan madrasah dan pesantren dapat bertransformasi saat ini di pendidikan. Di pesantren tak hanya pada keagaaman tapi juga bersaing di globalisasi dan semakin menunjukkan daya saing dalam bidang akademik dan non akademik," kata Lukman di Kantor Kemenko PMK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2015).
Lukman menyampaikan rasa bangganya terhadap perkembangan pendidikan di madrasah dan pesantren yang kini mampu bertahan dari arus urbanisasi. Bahkan ada yang bersaing di tingkat internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu Menko PMK Puan Maharani pun memberikan sambutan mengenai pentingnya pendidikan madrasah dan pesantren. Pendidikan di pesantren bahkan dilakukan 24 jam.
"Pesantren dapat membekali dengan sikap rajin, jujur, bertanggung jwab dan bekerja keras dan menghasilkan masyarakarkat terpuji. Pendidikan ini sejalan dengan revolusi mental yang diinginkan Presiden maka kami sangat mendukung program ini," kata Puan.
Dia juga menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 150 pondok pesantren dan madrasah yang akan mendapatkan beasiswa. Hal ini sesuai dengan upaya peningkatan pendidikan agama dan keagamaan.
"Harus banyak sekali yang dibenahi, termasuk madrasah dan dimasukkan ke dalam program Menko Kesra (Menko PMK, -red), Menag dan Mendikbud pernah bertanya kepada saya bagaimana madrasah dan pesantren bisa mendapatkan fasilitas dan perhatian sama dengan yang lain, maka akan mendapatkan KIP, KIS, KKP dan lainnya, makanya mulai bertahap pendidikan 12 tahun di masyarakat," ujar Puan.
Setelah itu Puan membagikan paket perlengkapan pendidikan kepada 100 santri. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
(bag/van)











































