Hajriyanto: Momentum Reshuffle Sudah Lewat

Isu Reshuffle Kabinet

Hajriyanto: Momentum Reshuffle Sudah Lewat

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Rabu, 01 Jul 2015 17:44 WIB
Hajriyanto: Momentum Reshuffle Sudah Lewat
Jakarta - Tak seperti banyak tokoh yang mendorong reshuffle kabinet, eks Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari punya pandangan sebaliknya. Hajri menilai reshuffle kabinet tidak mendesak.

Apalagi saat isu reshuffle menguat justru ada menteri yang melakukan politicking. Yakni melaporkan menteri lain dengan bermodal rekaman pembicaraan menteri yang cenderung merendahkan Presiden Jokowi.

Hajri menegaskan politicking semacam ini sangat buruk di mata rakyat. Apalagi reshuffle kabinet sebenarnya adalah hak prerogatif Presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cara-cara yang dilakukan saat ini sangat tidak elok, dan bukan menjadi pendidikan politik yang baik, karena  mengusulkan reshuffle bukan menyebabkan intrik-intrik politik apalagi jika dipandang dari sisi terminologi yang digunakan terlihat sangat kasar," kata Hajri kepada wartawan usai acara Silaturahmi Intelektual Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2015).

Karena itu, imbuh Hajri, seharusnya reshuffle tidak perlu dilakukan. Baginya momentum untuk melakukan reshuffle kabinet sudah kedaluwarsa.

"Karena momentum untuk melakukan reshuffle sudah lewat. Dengan adanya tindakan yang sangat tidak elok, jika masih layak dipertahankan maka dipertahankan. Agar situasi politik tidak larut berkepanjangan begitu lama, tapi jika memang perlu dilakukan maka segera dilakukan," saran Hajri.

Hajri menyarankan kepada Presiden Jokowi untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan petunjuk yang lebih jelas ke menterinya. "Lebih baik memberikan petunjuk kepada para menteri, daripada  kalau mengganti yang baru saja akan lebih lama lagi, politik ekonomi akan semakin panjang," pungkasnya. (van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads