Jenderal Gatot: Saya Tak Kenal Kompromi, NKRI Harga Mati

Uji Kelayakan Panglima TNI

Jenderal Gatot: Saya Tak Kenal Kompromi, NKRI Harga Mati

Hardani Triyoga - detikNews
Rabu, 01 Jul 2015 17:29 WIB
Jenderal Gatot: Saya Tak Kenal Kompromi, NKRI Harga Mati
Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo menjalani uji kelayakan sebagai calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Moeldoko. Saat mengakhiri paparan visinya, dia menegaskan dirinya siap menjalankan amanah jika Komisi I menyetujuinya sebagai Panglima TNI.

Jika terpilih menjadi Panglima TNI, Gatot berjanji akan berjuang keras menjaga stabilitas negara.

"Saya akan berjuang sangat keras dalam menjaga stabilitas negara untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Gatot di ruangan Komisi I, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan peran TNI juga tergantung dari komponen masyarakat Indonesia. Dengan dukungan rakyat maka TNI bisa menjadi alat terdepan untuk menghadapi ancaman negara.

Ia pun ingin meningkatkan hubungan antara TNI dengan rakyat agar lebih dekat.

"Meningkatkan TNI dengan rakyat. Sebagai lembaga negara, TNI lahir dari rakyat. Rakyatlah ibu kandung TNI. TNI harus berjuang dengan rakyat," ujar eks Gubernur Akmil itu.

Kemudian, sebelum penutupan visi, Gatot mengatakan secara prinsip, dua tegas ingin mempertahankan Negara Kesatuan RI (NKRI). Dia mengatakan tak ada kompromi dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.

"Sikap saya sangat jelas dan tegas. NKRI adalah harga mati, saya tidak kenal kompromi dalam halย  menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Saya siap menjadi Panglima TNI dengan motto berbuat terbaik, berani, dan ikhlas," katanya.

Setelah paparan visi Gatot, uji kelayakan berlanjut ke tahap pendalaman. Dalam sesi pendalaman ini dilakukan secara tertutup.

Kemudian, usai pendalaman, rencananya Komisi I akan langsung segera menggelar rapat internal untuk menentukan hasilnya. Setiap fraksi akan menyampaikan pandangannya apakah setuju atau tidak Gatot menjadi Panglima TNI.

(hat/van)


Berita Terkait