Selasa (30/6) siang, Panjaitan menerima telepon. Dia diminta oleh atasan berangkat ke Jalan Djamin Ginting karena ada pesawat Hercules jatuh. Lokasi berjarak kurang lebih 3 km dari Koramil Medan Sunggal. Meski terhitung dekat, butuh waktu hampir 2 jam untuk mencapainya.
"Jalan macet di mana-mana," kata Panjaitan saat beristirahat di posko TNI tak jauh dari lokasi Hercules jatuh, Rabu (1/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya datang dan berharap ada yang bisa terselamatkan, ternyata tidak ada," ujar Panjaitan prihatin.
Menurut Panjaitan, sebagian besar korban ditemukan dalam kondisi terjepit reruntuhan. Tim SAR harus ekstra hati-hati agar jenazah tidak rusak atau malah hancur terkena reruntuhan atau puing pesawat. Dibantu alat berat, evakuasi berlangsung lancar.
Kerja keras tim evakuasi terhitung sukses. Dalam waktu sehari, nyaris seluruh korban bisa dievakuasi. Jenazah dibawa ke RSUP Adam Malik. Saat ini, sebagian sudah teridentifikasi dan dikirim ke rumah duka untuk dimakamkan.
Panjaitan baru istirahat hari ini sekitar pukul 14.30 WIB. Di lokasi, alat berat meratakan reruntuhan bangunan. Diperkirakan sudah tidak ada lagi korban. Berdasarkan data TNI AU, meski tim evakuasi mengangkat 141 kantong jenazah, hanya 91 yang terverifikasi. Angka 91 merujuk pada jenazah utuh yang ditemukan tim evakuasi. (try/nrl)











































