Jelang Muktamar, Tokoh Intelektual Muhammadiyah Kumpul di Jakarta 5 Juli

Jelang Muktamar, Tokoh Intelektual Muhammadiyah Kumpul di Jakarta 5 Juli

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Rabu, 01 Jul 2015 17:00 WIB
Jelang Muktamar, Tokoh Intelektual Muhammadiyah Kumpul di Jakarta 5 Juli
Jakarta - Jelang Muktamar Muhammadiyah yang ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan, 3-8 Agustus mendatang, para tokoh intelektual Muhammadiyah akan berkumpul di Jakarta. Acara ini bertujuan untuk menampung pemikiran-pemikiran para tokoh intelektual untuk kemajuan Muhammadiyah.

"Perlu upaya menjalin komunikasi dan silaturrahmi guna mendengarkan saran dan masukan terhadap Muhammadiyah dalam kontirbusinya terhadap kemajuan bangsa. Pada jangka panjang pertemuan yang akan dilakukan pada 5 Juli besok di Grand Sahid Jaya Hotel bisa jadi embrio terbentuknya jaringan informal bagi intelektual Muhammadiyah," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam jumpa pers di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2015).

Acara kumpul-kumpul para intelektual itu akan digelar di Puri Agung Hotel Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2015) pukul 17.30 WIB. Mereka yang sudah memastikan hadir di antaranya Mochtar Pabotinggi, Siti Zuhro, Bachtiar Effenndy, Rizal Sukma, Chusnul Mariyah, Anies Baswedan, Jimly Asshiddiqie, Zulkifli Hasan, Andrinof Chaniago, Rizal Ramli, Sri Edi Swasono, Mutia Hatta, Ryaas Rasyid, Hendri Saparini, Sofian Effendi, Komaruddin Hidayat, Marwah Daud, Akhmaloka, dan sejumlah tokoh lainnya.

"Para pemrakarsa acara ini adalah para intelektual Muhammadiyah. Sebut saja ini adalah upaya Muhammadiyah untuk memanggil pulang para intelektual yang selama ini terdiaspora, dan untuk memulangkan idenya untuk Muhammadiyah dalam gerakan dakwah dan tajdid yang membawa semangat pada Islam yang berkemajuan untuk melakukan pencerahan, tanwir," ulas Din.

Para pemrakarsa acara ini adalah Mochtar Pabottinggi, Siti Zuhro, Rizal Sukma, Bahtiar Effendy, dan Hajriyanto Y Thohari. Acara sarasehan itu akan diawali buka bersama dan salat tarawih.

"Kita butuh masukan untuk Pancasila Muhammadiyah, yaitu pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomi dan perdamaian dunia, demi terciptanya Indonesia berkemajuan," pungkas Din. (tor/van)


Berita Terkait