"Tidak disangkal kinerja kabinet tidak seperti yang diharapkan, reshuffle jadi keharusan. Yang penting juga perlu Presiden sadari, kesempatan reshuffle ini hanya satu kali, nggak mungkin dilakukan tiap tahun," kata Rizal Sukma usai acara Silaturahmi Intelektual Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2015).
Penataan perlu dilakukan khususnya di bidang ekonomi. Agar perekonomian semakin kuat ke depan.
"Jadi kesempatan ini jangan disia-siakan, bentuk kabinet kerja maksimal, terutama tarik kepercayaan dunia investasi, kedua harus memastikan meskipun berbeda asal usulnya, bisa bekerja dalam teamwork. Kalau kesempatan ini lewat tentunya akan agak susah," ingatnya.
Bagaimanapun, imbuh Rizal, kepala pemerintahan hanya punya kesempatan sekali melakukan reshuffle secara total. Kalau berkali-kali reshuffle tentu meruntuhkan kepercayaan publik.
"Masalah mau dilakukan sebelum lebaran atau sesudah itu tidak penting, karena yang perlu ditekankan jangan disia-siakan momen ini. Pandangan mata internasional dan masyarakat tentunya menunggu hasil perombakan dan mampu kembalikan trust-nya," pungkasnya.
(van/nrl)











































