Cerita Orang Kantoran Sudirman yang Ditodong, dan Kemudian Ditolong Polisi

Cerita Orang Kantoran Sudirman yang Ditodong, dan Kemudian Ditolong Polisi

Nala Edwin - detikNews
Rabu, 01 Jul 2015 16:29 WIB
Jakarta - Vania Michaela Liu, pegawai kantoran di kawasan Sudirman, Jakarta menyampaikan terima kasihnya kepada Briptu Toufan, anggota Buser Polsek Tanah Abang, Jakpus. Vania mengalami kejadian yang membuat dia shock yaitu ditodong seorang preman di kawasan Bendungan Hilir.

Dalam surat elektroniknya, Rabu (1/7/2015) Vania menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (30/6) sekitar pukul 07.20 WIB. Dia sedang berjalan kaki di gang sempit di Bendungan Hilir.

“Tiba-tiba saya merasakan ada yang berlari dari belakang menuju kearah saya. Tiba-tiba ada lelaki yang menarik tas saya, namun tidak saya lepas. Keadaan gang tersebut memang sedang  sepi. Hanya ada saya seorang diri. Laki-laki tersebut menodongkan keris di leher saya dan memaksa saya untuk memberikan tas yang sedang saya pegang tersebut,” jelas Vania.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tarik-menarik terjadi antara Vania dan penodong dengan tato di tangan itu. Sekitar 5 menit si penodong memaksa mengambil tas dengan menodong keris kecil ke leher Vania.

“Namun akhirnya saya jatuh dan tas saya dibawa oleh orang tersebut. Saya melihat di mulut gang ada beberapa Bapak-Bapak yang menghadang perampok tersebut, namun perampok tersebut terus menodongkan kerisnya dan Bapak-Bapak tersebut terpaksa mundur dan perampok tersebut berhasil kabur dengan rekannya yang mengendarai motor matic,” urai Vania.

Shock dan sedih menerpa dirinya. Belum lagi lututnya terluka karena jatuh saat tarik menarik dengan penodong itu.

“Setelah perampok tersebut kabur, lantas saya mendatangi Polsubsektor Bendhil untuk meminta bantuan. Bapak polisi yang melihat keadaan saya langsung menenangkan saya dan mencatat laporan saya. Ada 3 Pak Polisi yang membantu saya dan segera pergi menuju TKP untuk menanyai beberapa saksi mata di daerah tersebut,” imbuhnya.

Vania menjelaskan, ternyata respons pihak kepolisian amat cepat. Tiga petugas kepolisian langsung ke lapangan. Sedang Vania diminta ke Polsek Metro Tanah Abang untuk menindaklanjuti kasus perampokan itu.

“Di sini saya segera dimintai informasi mendalam dan saya melihat betapa Bapak-Bapak ini dengan setulus hati berusaha membantu saya, tanpa ada permintaan uang atau pamrih apapun,” imbuh dia.

Jauh dari perkiraan orang, petugas polisi ramah melayani dan tak meminta uang sepeser pun.

“Setelah informasi yang dibutukan tercukupi, mereka meminta saya untuk kembali dan menenangkan diri sambil menunggu hasil dari mereka. Pada pukul 11.20 WIB, saya mendapat telepon dari Polsek Tanah Abang yang ternyata menemukan HP saya yang sepertinya dibuang oleh perampok tersebut,” tutur dia. Vania sebelumnya memberikan nomor telepon temannya ke polisi.

Tak lama, Bripka Toufan anggota Buser Polsek Tanah Abang dan timnya mengontak kembali dan memastikan HP saya ditemukan. Diberi informasi juga kalau pelaku sudah tertangkap.

“Pelaku yang tertangkap adalah benar dan barang-barang saya terselamatkan. Dalam waktu kurang dari 5 jam, Bapak-Bapak Polisi dari Polsek Tanah Abang telah berhasil  mengungkap kasus perampokan dan menangkap pelaku kejahatan yang terjadi pada saya,” ucapnya.

“Sungguh terima kasih kepada pelayanan Bapak-Bapak sekalian, bahkan dalam proses ini tidak ada permintaan uang atau imbalan apapun. Mereka tulus membantu saya dan menjalankan tugas tanggung jawab mereka,” tutur dia. (nal/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads