Bertemu Wapres JK, Ahok Bahas Pembangunan Jalan Layang di Semanggi

Bertemu Wapres JK, Ahok Bahas Pembangunan Jalan Layang di Semanggi

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Rabu, 01 Jul 2015 16:10 WIB
Bertemu Wapres JK, Ahok Bahas Pembangunan Jalan Layang di Semanggi
Jakarta - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana membangun jalan layang non tol di wilayah Semanggi, Jakarta Pusat. Ia ingin menyampaikan rencana ini kepada Wapres Jusuf Kalla (JK).

"Semanggi itu kan macet nih, di kupingnya yang angka 8 itu, saya pengen bikin luarnya supaya kita nggak usah mutar di dalam, langsung saja belok kiri," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Rabu (1/7/2015).

Ia lalu menjelaskan model pembangunan jalan layang non tol ini sambil memperlihatkan gambar rancangannya. Di gambar itu terlihat selain kuping jalan sekitar Semanggi, ada jalan melingkar yang di buat di luar jalan berbentuk angka 8.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika rencana ini terlaksana maka jalan layang non tol ini akan dibangun lebih tinggi dari jalan berbentuk angka 8 tersebut. Nantinya orang yang ingin ke arah Bundaran HI dari Polda tidak harus lagi memutar di salah satu 'kuping angka 8' tersebut.

Dengan jalan ini mereka tinggal menyusuri jalan melingkar yang dibuat menuju Jl Sudirman. Selain itu, mereka yang ingin menuju Senayan dari arah Slipi tak perlu melewati 'jalur kuping angka 8' yang kerap macet tersebut.

Jalan layang ini diharapkan bisa mengurai kemacetan yang selalu terjadi di setiap jalan melingkar berbentuk angka 8 itu. Pembangunannya diserahkan oleh Ahok pada perusahaan swasta sebagai bentuk tanggung jawab atas pembangunan yang telah dilakukan.

"Nah yang mau bangun ini siapa? Nah kita bisa suruh swasta dari Koefisien Luas Bangunan (KLB). Kan saya sudah mengeluarkan Pergub, kelebihan KLB mereka harus ganti dalam bentuk membangun infrastruktur," sambungnya.

Saat ini ia telah meminta rancangan proyek ini dimatangkan. Proyek ini jugalah yang rencananya akan dibicarakan dalam pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres. Ia ingin menawarkan pembangunan proyek ini dikerjakan oleh Pemprov DKI pada Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. "Salah satu yang mau dibahas dengan Pak JK ini. Banyak yang mau dibahas, yang penting Pak JK udah dukung.

"Pak Menteri PU justru kayaknya mau minjam duit ke Jepang ini. Saya bilang hitungan kasar kita ini sekitar Rp 500 miliar. Daripada pinjam uang ke JICA, mending kita yang bangun. Pokoknya gini aja deh. Kalau di bawah Rp 1 triliun, murah semua di Jakarta karena kita pernah beli UPS Rp 1,2 triliun," pungkas Ahok. (mnb/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads