"Di sana kita harus puasa hingga 20 jam sehari. Kalau di sini (Indonesia) cuma 13 jam," kata Illiza dalam rilis yang dikirim ke wartawan, Selasa (30/6/2015).
Illiza berangkat ke Barcelona, Spanyol, seminggu lalu untuk menjadi salah seorang pembicara pada forum yang membahas persoalan Perkotaan dan Kebencanaan. Kegiatan tersebut digelar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (23/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk berbuka puasa, Illiza bersama rombongan mengaku mencari sajian berbuka di restoran Turki. Bahkan selama berada di Barcelona, mantan wakil walikota ini mengaku lebih sering buka puasa dengan sebotol air mineral saja tanpa ada takjil dan makanan lainnya.Β Β
"Di sana sangat sedikit restoran yang menyediakan makanan halal. Tapi Alhamdulillah, Allah memberikan kekuatan sehingga kita sanggup melakukannya," jelasnya.
Selain itu, puasa di Barcelona juga memiliki tantangan tersendiri bagi Illiza. Menurutnya, umat Islam yang menjalani puasa di sana juga harus menjaga pandangan. Hal itu tidak terlepas dari paham kebebasan yang dianut masyarakat di sana.
βBukan hanya orang makan di mana-mana saat siang hari, aurat juga terlihat dimana-mana. Namun tentunya puasa di sana lebih menantang karena banyak tantangannya,β ungkapnya.
Bagi Anda pembaca detikcom yang memiliki pengalaman berpuasa Ramadan di luar negeri seperti yang dituliskan di atas, bisa menuliskan dan mengirimkannya ke: redaksi@detik.com. Sertakan identitas lengkap, nomor kontak yang bisa dihubungi dan foto yang mendukung kisah Anda.Β
Halaman 2 dari 1











































