Kisah Wali Kota Banda Aceh Hadapi Tantangan Puasa 20 Jam di Barcelona

Ramadan 2015

Kisah Wali Kota Banda Aceh Hadapi Tantangan Puasa 20 Jam di Barcelona

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 01 Jul 2015 14:50 WIB
Kisah Wali Kota Banda Aceh Hadapi Tantangan Puasa 20 Jam di Barcelona
Suasana Kota Barcelona (Foto: Achmad Rouzni Noor II)
Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal baru saja pulang dari Barcelona, Spanyol setelah memenuhi undangan PBB untuk menjadi salah seorang pembicara. Berada di luar negeri, Illiza punya cerita soal menjalani puasa yang lebih menantang dan waktunya mencapai 20 jam.

"Di sana kita harus puasa hingga 20 jam sehari. Kalau di sini (Indonesia) cuma 13 jam," kata Illiza dalam rilis yang dikirim ke wartawan, Selasa (30/6/2015).

Illiza berangkat ke Barcelona, Spanyol, seminggu lalu untuk menjadi salah seorang pembicara pada forum yang membahas persoalan Perkotaan dan Kebencanaan. Kegiatan tersebut digelar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (23/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bulan Ramadan di luar negeri memang selalu banyak cerita. Menurut Illiza, selain waktu puasa lebih lama, ia juga kesulitan mendapatkan makanan halal. Hal tersebut karena mayoritas penduduk di kota terbesar kedua di Spanyol ini beragama non-muslim.

Untuk berbuka puasa, Illiza bersama rombongan mengaku mencari sajian berbuka di restoran Turki. Bahkan selama berada di Barcelona, mantan wakil walikota ini mengaku lebih sering buka puasa dengan sebotol air mineral saja tanpa ada takjil dan makanan lainnya.Β  Β 

"Di sana sangat sedikit restoran yang menyediakan makanan halal. Tapi Alhamdulillah, Allah memberikan kekuatan sehingga kita sanggup melakukannya," jelasnya.

Selain itu, puasa di Barcelona juga memiliki tantangan tersendiri bagi Illiza. Menurutnya, umat Islam yang menjalani puasa di sana juga harus menjaga pandangan. Hal itu tidak terlepas dari paham kebebasan yang dianut masyarakat di sana.

β€œBukan hanya orang makan di mana-mana saat siang hari, aurat juga terlihat dimana-mana. Namun tentunya puasa di sana lebih menantang karena banyak tantangannya,” ungkapnya.

Bagi Anda pembaca detikcom yang memiliki pengalaman berpuasa Ramadan di luar negeri seperti yang dituliskan di atas, bisa menuliskan dan mengirimkannya ke: redaksi@detik.com. Sertakan identitas lengkap, nomor kontak yang bisa dihubungi dan foto yang mendukung kisah Anda.Β 

Halaman 2 dari 1
(nwk/nwk)


Berita Terkait