"Saya terimakasih kepada Pak polisi, atas pertolongan pak polisi istri saya bisa melahirkan dengan selamat dan bayi saya juga selamat," kata Jumali kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/7/2015).
Jumali mengatakan, hari ini dia sebenarnya libur satu hari. Ia pun hanya bisa mengantarkan istri dan anak pertamanya, mertua dan adik iparnya ke Kampung Rambutan, Jakarta Timur saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai mengantar istri dan keluarganya ke Kampung Rambutan, Jumali kemudian meluncur kembali ke Bogor. Di perjalanan, di Pondokcabe, Jaksel, Jumali sempat berfirasat karena istrinya tengah hamil tua.
"Firasat saya memang enggak enak pas di Pondokcabe. Tidak berapa lama, adik ipar telepon saya dan memberitahu kalau istri saya di Polda Metro," ungkapnya.
Mengetahui istri dan keluarganya di Mapolda Metro Jaya, Jumali pun balik arah untuk menemui istrinya. Setibanya di Polda Metro Jaya, Jumali pun sumringah karena istri dan anak keduanya lahir dengan selamat.
Jumali dan istri sebenarnya sudah memiliki 4 anak, termasuk bayi Syahrini yang lahir bertepatan di hari jadi Bhayangkara ini. Namun, anak pertama dan ketiganya sudah meninggal.
Soal penamaan bayinya Syahrini Murni Bhayangkari, Jumali pun setuju-setuju saja.
Sementara itu, Maemunah, nenek bayi Syahrini juga berterimakasih kepada polisi. Maemunah semula berencana akan membantu proses persalinan putrinya di kampung halamannya karena tidak ada biaya.
"Saya bawa pulang kampung saja biar melahirkan di Lampung saja. Saya kan biasa ngurut, kalau ada ibu-ibu baru melahirkan, saya ngurut peranakannya biar enggak turun," jelasnya.
Maemunah juga sempat membantu persalinan Yuliana di atas bus. Yuliana yang diprediksi melahirkan satu minggu lagi ternyata mengalami kontraksi saat perjalanan ke Merak, di atas bus Murni Jaya. Dengan sigap, Maemunah kemudian membantu anaknya melahirkan.
Sebelum akhirnya dibawa ke Mapolda Metro Jaya, kepala bayi Syahrini sudah keluar sampai leher. Sopir bus Murni Jaya kemudian meminta pertolongan Brigadir Agus Susilo dan Briptu Hermanto, anggota PJR Ditlantas Polda Metro Jaya yang sedang berjaga di dekat pintu keluar Tol Semanggi.
Dua anggota polisi tersebut kemudian mengawal bus Murni Jaya A 7661 KC keluar dari tol lalu masuk ke Polda Metro Jaya, berselang 15 menit usai Upacara HUT Bhayangkara di Polda Metro Jaya. Beberapa meter sebelum ke Gedung Biddokes, bayi perempuan itu lahir.
Sopir bus kemudian memberikan handuknya untuk membungkus bayi Syahrini ini sebelum akhirnya dibawa ke Biddokes Polda Metro Jaya. Tiba di UGD Biddokes Polda Metro Jaya, bayi mungil itu kemudian dimandikan setelah dipotong tali ari-arinya, lalu dipakaikan baju dan bedong.
Pihak kepolisian kemudian memberinya nama Syahrini Murni Bhayangkariwati karena kelahirannya di atas bus dan bertepatan dengan HUT Bhayangkara.
(mei/faj)










































