Pantauan detikcom yang melintas di tol sepanjang 116.75 KM pada Selasa (30/6/2015), terlihat pembatas luar jalan tol itu hanya berupa tongkak-tongkak yang ditata berurutan. Di antara tongkak itu dikaitkan kawat berduri yang tentunya sangat mudah ditembus oleh hewan-hewan liar.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebabnya, 20 kecelakaan karena ngantuk, 8 karena kecepatan tinggi, dan 9 karena menabrak binatang yang sedang menyebrang," kata Putut.
Biasanya hewan yang melintas yaitu babi hutan seperti kejadian kecelakaan beberapa waktu lalu ketika pengendara mobil berusaha menghindari hewan itu dan malah terperosok ke parit. Terlihat pula di sepanjang jalan itu ada pula beberapa warga yang menggembala kambing atau sapi.
Namun sebagian besar pemandangan di sepanjang jalan tol itu berupa hutan. Hanya ada sedikit sekali titik-titik pemukiman yang terlihat berdekatan dengan jalan tol tersebut.
Saat detikcom hendak keluar ke gerbang keluar Tol Cikopo dari arah Palimanan pun terlihat mayat anjing yang habis tertabrak di tengah jalan. Kakorlantas Irjen Pol Condro Kirono pun sempat menyatakan akan mempersiapkan pemagaran di titik-titik rawan tersebut.
"Kita mempersiapkan dengan pemagaran-pemagaran agar binatang tidak melintas. Sebenarnya itu wajar, ada binatang, apalagi untuk daerah yang dulunya perkebunan," ungkap Condro dalam Rakor Penyelenggaraan dan Persiapan Pelaksanaan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2015 di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (30/6) kemarin.
(dhn/faj)












































