Sang kakak, Muryanto (43) menceritakan, Saryanto sudah lebih dari 3 tahun bertugas di Pekanbaru. Pertemuan terakhir mereka di Yogyakarta pada Mei lalu, saat Saryanto menghadiri acara 1000 hari meninggalnya sang ayah. Kepulangannya saat itu juga sekaligus untuk menjemput istrinya yang melahirkan putri pertamanya di Yogyakarta.
"Istrinya melahirkan di sini, nunggu agak besar baru diboyong ke Pekanbaru," terang Muryanto saat ditemui di rumah duka, Rabu (1/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pada Selasa kemarin keluarga besar di Yogyakarta pertama kali mendapatkan kabar duka dari istri Saryono yang saat ini masih berada di Pekanbaru.
"Sambil pantau-pantau di TV, baca-baca berita online juga," imbuh Muryanto.
Kopda Saryanto adalah anggota Paskhas yang berada dalam daftar penumpang Hercules C-130 jatuh di Medan. Jenazahnya akan dikirim ke Yogyakarta bersama 7 personel TNI lainnya.
Nama-nama korban yang rencananya akan dibawa ke Yogyakarta, yakni Lettu Pandu Setiawan Kopilot A- 1310, alamat di Patukan RT 04/21, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Kemudian empat berikutnya merupakan anggota Paskhas, yakni Kopda Mujiman asal Dusun Kutuh Kidul Rt 03/30 Tridadi, Bantul, kemudian Kopda Eria Ageng, alamat Dusun Krewuluh, Pengasih, Kulon Progo. Berikutnya Pratu Warsiyanto, alamat Dusun Sangkeh, Srigading, Sanden, Bantul, dan Kopda Saryanto, alamat Dusun Kalongan, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
Berikutnya anggota Satrad Serda Agung Budiarto dengan alamat Sendang Tirto, Berbah, Sleman, Prada Alfian Zulfikar dengan alamat Manisrenggo, Klaten, serta Serka Rudi Purwono alamat Purwokerto. (sip/mad)











































