Suasana duka sangat terasa di kediaman Agung di Desa Sendangtirto, Berbah, Sleman, Rabu (1/7/2015). Watinem hanya bisa berbaring sambil menangis. Sejumlah kerabat terus mencoba menenangkannya.
Sebuah tenda telah dipasang di depan rumah Agung. Para tetangga juga telah mempersiapkan segala keperluan untuk kedatangan jenazah korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anaknya ngemong. Semua anak kecil di sini kenal, Agung ngajar TPA juga, karang taruna aktif juga," ujar Suwardi.
Pertemuan terakhirnya dengan Agung adalah saat dia mengantar ke Pangkalan Lanud Adisutjipto pada Senin (29/6) siang. Agung sebelumnya menghabiskan cuti selama sebulan di rumahnya.
"Sudah setahun tugas di Natuna, kemarin rencananya kembali lagi ke sana," tuturnya.
Meski beberapa kali tampak menangis, Suwardi mengaku ikhlas dengan kepergian Agung. Dia bersyukur sudah bisa memenuhi keinginan sang anak mewujudkan cita-citanya menjadi anggota TNI AU.
"Saya bersyukur diberi cobaan ini, bersyukur sudah bisa memenuhi keinginannya Agung," kata Suwardi sambil terisak.
(sip/mad)











































