"Kinerja menteri dan kondisi politik ekonomi selama 7 bulan harus menjadi pelajaran penting bagi presiden dalam mengambil kebijakan reshuffle," kata Wasekjen DPP PKB Daniel Johan di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2012).
Daniel mengacu fakta yang terjadi bahwa sektor perekonomian Indonesia mengalami penurunan. Dia tak ingin menjelang reshuffle justru muncul upaya sistematis yang ingin memisahkan Presiden Jokowi dari akar partai pengusungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjutnya, terkait penempatan posisi menteri yang baru, ia berharap hal ini menyesuaikan tujuan konsep Nawacita.
Presiden Jokowi mesti berani memperlihatkan hak prerogatifnya sebagai pimpinan negara.
Kejadian salah seorang menteri yang menghina Presiden diharapkan juga agar tak terulang kembali. Kabinet menteri sebagai pembantu harus solid agar kinerja pemerintahan juga terlihat.
"Bila Presiden Jokowi ingin pemerintahannya mampu memperbaiki keadaan maka presiden harus benar-benar menggunakan hak prerogatifnya," tegasnya. (hty/bal)










































