PKB: Reshuffle Kabinet Mesti Perkuat Stabilitas Politik dan Ekonomi

PKB: Reshuffle Kabinet Mesti Perkuat Stabilitas Politik dan Ekonomi

Hardani Triyoga - detikNews
Rabu, 01 Jul 2015 02:11 WIB
PKB: Reshuffle Kabinet Mesti Perkuat Stabilitas Politik dan Ekonomi
PKB (Rachman Haryanto/detikFoto)
Jakarta - Presiden Joko Widodo dikabarkan akan segera melakukan reshuffle terhadap menteri di Kabinet Kerja. Jika reshuffle dilakukan maka kebijakan itu mesti membuat politik dan ekonomi lebih stabil bukan sebaliknya.

"Kinerja menteri dan kondisi politik ekonomi selama 7 bulan harus menjadi pelajaran penting bagi presiden dalam mengambil kebijakan reshuffle," kata Wasekjen DPP PKB Daniel Johan di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2012).

Daniel mengacu fakta yang terjadi bahwa sektor perekonomian Indonesia mengalami penurunan. Dia tak ingin menjelang reshuffle justru muncul upaya sistematis yang ingin memisahkan Presiden Jokowi dari akar partai pengusungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika ini terjadi akan semakin melemahkan dan membahayakan pemerintahan Kabinet Kerja. Bila terjadi maka reshuffle justru membuat stabilitas politik dan ekonomi menurun," sebut politisi asal Kalimantan Barat itu.

Lanjutnya, terkait penempatan posisi menteri yang baru, ia berharap hal ini menyesuaikan tujuan konsep Nawacita.
Presiden Jokowi mesti berani memperlihatkan hak prerogatifnya sebagai pimpinan negara.

Kejadian salah seorang menteri yang menghina Presiden diharapkan juga agar tak terulang kembali. Kabinet menteri sebagai pembantu harus solid agar kinerja pemerintahan juga terlihat.

"Bila Presiden Jokowi ingin pemerintahannya mampu memperbaiki keadaan maka presiden harus benar-benar menggunakan hak prerogatifnya," tegasnya. (hty/bal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini