Nama Bayu memang berada di daftar penumpang (manifest) dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Ternyata Bayu datang ke Jakarta untuk menengok ayahnya yang sakit.
"Bayu ke sini karena mau nengok ayahnya, pak Ubay (Mayor Ubadillah) sakit jantung. Baru aja keluar dari rumah sakit," ungkap teman Mayor Ubadillah, Suwarsono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan teman satu angkatan Bayu bahkan berkumpul di depan rumah orangtua Bayu. Mereka berusaha mencari kabar mengenai keberadaan Bayu sebab informasi resmi belum ada.
"Kami juga masih cari informasi. Ini kan tahunya juga karena baca berita. Belum ada pemberitahuan resmi," kata teman satu angkatan Bayu, Letda Dimas di lokasi yang sama.
Menurut Dimas, orangtua Bayu masih menganggap putranya selamat dari insiden jatuhnya pesawat yang terjadi di Jl Jamin Ginting, Medan tersebut. Sebagai teman dekat, Dimas pun juga masih berharap.
"Kami ke sini mau kasih support untuk keluarga. Tadi udah ketemu orangtuanya, mereka menganggap masih ada," kata Dimas.
"Dari siang udah saya hubungi (nomor ponsel Bayu) tapi nggak aktif. Tapi keluarga masih berharap karena ketika dibilang gitu, mereka nggak mau," sambungnya.
Sebelum Bayu ikut terbang dengan pesawat nahas itu, Dimas masih sempat bertemu. Mereka saling bertukar kabar di Base Ops Halim Perdana Kusuma.
"Sempat ketemu di Summa Base Ops. Ngobrol-ngobrol," pungkasnya. (ear/rvk)











































