"Kita tentu berharap yang terbaik, tapi Allah berkehendak lain apa boleh buat. Saya mewakili keluarga mohon dibukakan pintu maaf," kata paman isteri Sandy, Sriyono (57) saat ditemui di kediamannya Jl H. Tasor 10A RT 5/11 Kemanggisan, Jakarta Barat.
Sriyono mengatakan dirinya pertama kali mendapatkan informasi jatuhnya Hercules itu dari komunikasi di telepon selular. Dia kemudian melihat tayangan di televisi dan mengetahui bahwa pilot yang menerbangkan pesawat C-130 itu adalah saudaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Sandy cukup sering ke Jakarta, terakhir sehari sebelum puasa menginap di rumahnya. Sandy sudah menikah dengan istri selama 4 tahun dikaruniai dua orang anak yang masih kecil yaitu Putri (3,2 tahun) dan Zahra (1,5 tahun).
"Sekarang istri dan anaknya masih di Malang, tapi mereka nggak akan ke Medan. Nanti istri almarhum minta dimakamin di Semarang. Jadi nggak bawa ke Malang. Tapi kami berharap Sandy masih hidup. Insya Allah," ujar Sriyono.
"Saya tadi juga ke Halim ketemu keluarganya Sandy dari Sleman, Yogya. Kita juga sudah kontakkan ke orang tua keluarga almarhum. Pihak keluarga besar sudah kumpul ke Semarang," imbuhnya.
(bal/bal)











































