Polisi Tangkap Juru Masak Kelompok Bersenjata Din Minimi

Polisi Tangkap Juru Masak Kelompok Bersenjata Din Minimi

Agus Setyadi, - detikNews
Selasa, 30 Jun 2015 19:56 WIB
Banda Aceh - Seorang pria yang diduga juru masak kelompok bersenjata pimpinan Din Minimi ditangkap polisi. Tersangka Amiruddin alias Si Pong (22) diringkus di belakang sebuah gubuk di Keurto, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Teuku Saladin, mengatakan, tersangka merupakan juru masak kelompok Din Minimi yang memiliki senjata api. Tapi senjatanya sudah lebih dulu diamankan polisi sehingga saat terjadi penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan.

"Ia tidak melawan saat ditangkap. Senjatanya sudah kita sita saat dia kabur usai terjadi kontak tembak di Gintong, Pidie," kata Saladin kepada wartawan di Mapolda Aceh, Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh, Selasa (30/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tersangka ditangkap tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Utara pada 28 Juni lalu sekitar pukul 06.05 WIB. Ia dibekuk di belakang sebuah gebuk yang diduga tempat persembunyiannya. Selama ini kelompok bersenjata tersebut diduga sudah berpencar dan hidup berpindah-pindah untuk menghindari kejaran aparat.
ย 
Menurut Saladin, senjata jenis AK47 milik tersangka disita polisi usai terjadi baku tembak di Gintong, Kecamatan Grong-Grong, Pidie pada 5 Juni lalu. Saat itu, Amiruddin bersama sejumlah tersangka lainnya berhasil melarikan diri setelah tiga rekannya tewas.

Selain senjata, saat itu polisi juga menyita satu magazen plus 62 peluru AK47, seragam PDL TNI AD, rencong dan tas pinggang diduga kuat milik Si Pong yang tertinggal di lokasi.

Tersangka Amiruddin saat ini sudah diamankan di Polres Lhokseumawe untuk penyelidikan lebih lanjut. Hingga saat ini, polisi mengklaim sudah menangkap 21 orang anggota kelompok Din Minimi, dan seorang lagi menyerahkan diri.

"Ada empat orang tewas dan yang masih DPO sekitarย  25 orang lagi," jelasnya.

Menurut Saladin, berdasarkan informasi yang diperolehnya, tersangka Amiruddin ikut berada dilokasi saat dua intel Kodim Aceh utara dieksekusi kelompok bersenjata.

"Tetapi dia tidak melakukannya (eksekusi)," ungkap Saladin. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads