Polda Metro Gelar Operasi Katarak Gratis Bagi 44 Warga Kurang Mampu

Polda Metro Gelar Operasi Katarak Gratis Bagi 44 Warga Kurang Mampu

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 30 Jun 2015 19:01 WIB
Polda Metro Gelar Operasi Katarak Gratis Bagi 44 Warga Kurang Mampu
Jakarta - Polda Metro Jaya menggelar operasi katarak gratis bagi 44 warga yang kurang mampu. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian bakti sosial ini digelar dalam rangka memperingati hari jadi Polri yang ke-69.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak mengatakan, selain operasi katarak, ada juga kegiatan donor darah.

"Ini memindaklanjuti perintah Kapolda Metro untuk melakukan bakti sosial dalam rangka HUT Bhayangkara ke-69. Selain di Polda Metro, Polres jajaran juga melakukan kegiatan bakti sosial," jelas Musyafak kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam operasi katarak ini, petugas menggunakan metoda veco, sehingga pasien bisa langsung membuka mata setelah operasi. Operasi dilakukan oleh tenaga medis dari Dokkes Polda Metro Jaya sendiri dibantu dr Imam dari Serang.

"Kenapa kita memilik operasi katarak sebagai bentuk kegiatan sosial ini, karena manfaatnya lebih besar. Orang yang tadinya tidak bisa melihat, jadi bisa melihat. Di samping itu, kalau biaya sendiri bisa sampai Rp 8 juta, sehingga kita bantu meringankan orang-orang yang kurang mampu terutama pasien katarak ini," bebernya.

Selain operasi katarak, Polda Metro Jaya juga melakukan kegiatan donor darah. Total ada 300 pendonor anggota polisi, termasuk beberapa di antaranya Ibu Bhayangkari, seperti istri Wakapolda Metro Jaya, Ny Nandang Jumantara.

Dalam kegiatan donor darah ini, Polda Metro Jaya dibantu petugas dari PMI. Darah yang didonorkan para anggota akan disumbangkan ke PMI dan nantinya di screening oleh PMI, mana yang layak untuk digunakan dan mana yang tidak.

Salah satu perwira yang mendonorkan darah yakni Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Eko Daniyanto.  Calon pendonor dicek terlebih dahulu tekanan darahnya dan haemoglobinnya (Hb).

"Sebelum disalurkan ke pasien, PMI akan men-screening terlebih dahulu darah tersebut, seperti pengecekan apakah darahnya ada HIV atau. Tidak," tutupnya. (mei/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait