Ini Langkah Jasamarga Antisipasi Lonjakan Lalulintas Saat Mudik

Ini Langkah Jasamarga Antisipasi Lonjakan Lalulintas Saat Mudik

Dana Aditiasari - detikNews
Selasa, 30 Jun 2015 18:43 WIB
Ini Langkah Jasamarga Antisipasi Lonjakan Lalulintas Saat Mudik
Jakarta - Sudah menjadi rahasia umum bahwa pada musim mudik lebaran volume kendaraan yang melintas jalan tol luar kota menuju daerah-daerah tujuan mudik akan meningkat signifikan dibanding hari biasanya.

Mengantisipasi hal tersebut manajemen PT Jasamarga (Persero) telah menyiapkan sejumlah langkah taktis untuk menghindari kemacetan dan antrean di pintu tol. Salah satunya seperti di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang masuk melalui Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama.

"Jasamarga sudah menyiapkan berbagai langkah penanganan guna memeberikan kenyamanan pada masyarakat yang mudik ke kampung halaman menggunakan jalan tol," ujar Direktur Operasi Jasa Marga, Christantio Prihambodo di Kantornya, Selasa (30/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama adalah melakukan transaksi jemput pelanggan di GT Cikarang Utama. "Petugas kami akan mendatangi kendaraan-kendaraan langsung di gardu-gardu yang antreannya panjang," ujar dia.

Kemudian memberlakukan akses satu arah di GT Cikarang Utama. "Jadi di GT Cikarang Utama semya diberlakukan sebagai pintu masuk. Termasuk gardu-gardu yang di GT Cikarang Utama 2 yang seharusnya GT keluar kita fungsikan juga sebagai GT masuk untuk mengurangi antrean," ujar dia.

Untuk menghidari benturan arus dari arah cikampek, maka kendaraan dari arah Cikampek menuju Jakarta akan diarahkan keluar melalui GT Cikarang Barat 2 untuk selanjutnya masuk ke GT Cikaranga Barat 4 untuk ke arah Jakarta.

"Khusus di GT Cikampek, total 14 gardu akan difungsikan sebagai gardu keluar sehingga dapat menambah kapasitas lalin keluar di H-7 sampai H+7)," jelasnya.

Selain itu akan dilakukan perubahan sementara mekanisme transaksi dari dua kali menjadi hanya satu kali. Pada hari biasa, pembayaran dilakukan du kali di GT Plumbon dan GT Cimperna Utama.

"Dalam rangka arus mudik dan balik lebaran, pada arus mudik hanya akan diberlakukan 1 kali transaksi di Cimperna Utama dan pada arus balik dilakukan 1 kali transaksi di Plumbon," jelas dia.

Ia memprediksikan, puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 atau pada tanggal 14 Juli 2015 dengan jumlah kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol-Utama arah Cikampek akan naik sekitar 99,3% dibandingkan volume lalu lintas pada hari biasa.

Dari perhitungannya, jumlah kendaraan di puncak mudik tersebut akan mencapai 141.864 kendaraan perhari atau tumbuh 10%d ibanding puncak arus mudik tahun 2015.

"Dibandingkan dengan kondisi puncak arus lebaran 2014, ada kenaikan sekitar 10%. Karena tahun lalu jumlah kendaraan yang melintas di GT Cikarang Utama (entrance) arah cikampek pada saat lalin puncak mencapai 128.967 kendaraan," tuturnya.

Selain Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama arah Cikampek, beberapa GT juga mengalami peningkatan volume lalu lintas yang cukup signifikan dibandingkan hari biasa.

Kenaikan paling tinggi di Gerbang Ciperna Utama arah Jawa Tengah akan mengalami kenaikan sejumlah 459,19%, di GT Sedang (exit) meningkat 97,32%, GT Cileunyi (exit) meningkat 63 persen dan GT Kalihurip Utara (exit) meningkat 71,84%.

Untuk informasi lengkap soal rest area di jalur mudik silakan download aplikasi Jalur Mudik BRI 2015 yang dipersembahkan oleh BRI dan detikcom di app store dan play store.

(dna/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads