Tenda dan kursi serta disiapkan untuk para kerabat, tetangga yang berdatangan ke rumah Yahya di Perumahan Pondok Wisata Blok F Nomor 21, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Yahya merupakan prajurit di Skadron 32 Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh. Bapak dua anak menjadi Load Master II di dalam pesawat nahas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih berharap, ada keselamatan," ujar Gatot Setiawan kerabat Yahya di rumah duka.
Gatot yang merupakan anggota Polres Malang Kota berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) ini mengaku, jika dirinya dan keluarga mengetahui kejadian ini dari televisi siang tadi.
"Sekitar jam dua belas siang, kami lihat televisi kok ada pesawat jatuh dari Skadron 32 ternyata. Saya langsung coba hubungi istri yang bersangkutan dan membenarkan jika suaminya terbang sejak kemarin," beber Gatot.
Gatot sendiri selalu gagal saat menghubungi telepon seluler Yahya. Berulangkali dilakukan, tapi nada sambung tak berbunyi.
"Saya hubungi tidak bisa hp-nya," ungkap Gatot.
Gatot berharap adanya keselamatan untuk saudaranya. Terakhir berkomunikasi dengan Yahya akhir pekan kemarin. Saat itu, yang bersangkutan ingin mendatangi rumahnya.
"Sabtu mau ke rumah, saya masih di Surabaya. Jadi ya gak bisa ketemu," ujar Gatot.
Ibnu Hasan calon menantu Yahya adalah orang yang terakhir dihubungi melalui pesan singkat. Yahya meminta, agar Ibnu merawat burung peliharaannya.
"Saya diminta kasih minum di Selasa pagi (hari ini,red), dan Kamis bapak bilang, beliau sendiri nanti yang kasih minum," cerita Ibnu terpisah. (rul/rul)










































