Komisi I DPR Setuju Bang Yos Jadi Kepala BIN

Komisi I DPR Setuju Bang Yos Jadi Kepala BIN

Hardani Triyoga - detikNews
Selasa, 30 Jun 2015 17:41 WIB
Komisi I DPR Setuju Bang Yos Jadi Kepala BIN
Sutiyoso saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di komisi I DPR (Lamhot/detikFoto)
Jakarta - Komisi I DPR akhirnya sepakat menerima dan mendukung Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN). Hal ini setelah Bang Yos didukung secara aklamasi oleh sepuluh fraksi.

"Sesuai kesimpulan, disepakati, maka memutuskan menerima dan mendukung Letjen TNI (purn) Sutiyoso yang diajukan Presiden sebagai calon Kepala BIN," kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq di ruang Komisi I, Nusantara II, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Dia mengatakan selanjutnya kesepakatan Komisi I ini akan disampaikan kepada pimpinan DPR. Maka berikutnya akan ditetapkan paripurna untuk pengesahan Bang Yos sebagai KaBIN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertimbangan Komisi I disampaikan ke pimpinan DPR untuk selanjutnya dibawa paripurna untuk ditetapkan sebagai keputusan DPR. Insya Allah tidak ada perubahan apapun sehingga dalam waktu dekat kita punya KaBIN baru," sebut Wasekjen PKS itu.

Lanjutnya, dalam sesi pendalaman yang berlangsung sekitar 4,5 jam, menurut Mahfudz 10 fraksi mendukung Bang Yos. Namun, ada beberapa fraksi yang memberikan catatan seperti NasDem, Gerindra, PKS, dan PPP.

Misalnya, NasDem memberikan catatan agar KaBIN bisa lebih membangun komunikasi dan koordinasi dengan Komisi I DPR. Begitupun PPP yang meminta agar KaBIN harus berani memberi masukan ke Presiden.

"Ini jadi catatan penting bahwa KaBin harus berani bicara beri masukan ke Presiden. Apapun resikonya demi kepentingan bangsa dan negara," tuturnya.

Lantas, kapan waktu paripurna pengesahan Bang Yos sebagai KaBIN? Mahfud mengaku belum mengetahui karena mesti berkomunikasi dengan pimpinan DPR. Namun, kemungkinan paripurna pengesahan Bang Yos sebagai KaBIN dibarengi dengan Jenderal Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI.

"Waktunya belum tahu ya. Bisa saja Jumat. Tapi, belum pasti. Nanti barengan dengan Panglima TNI," tutur Mahfudz. (hty/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads