Mungkin benar bahwa kesuksesan tak melulu harus berbisnis mentereng. Gamal justru sukses mengembangkan pelayanan kesehatan yang hanya dibayar sampah.
"Kami awalnya mendapat modal dari AUSAID, kemudian tahun 2015 juga ada dari California University dari Amerika Serikat. Jadi bukan berarti kami tidak bisa mengembangkan klinik kalau hanya dibayar sampah," kata Gamal saat berbagi inspirasi dengan detikcom, Sabtu (27/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga berpikir bagaimana kami bisa menolong ibu-ibu hamil yang tidak mampu bersalin di rumah sakit sehingga bisa melahirkan dengan selamat," ujar Gamal.
Kesehatan memang sesuatu yang memerlukan biaya tinggi. Oleh karena itu konsep asuransi sampah yang dia kembangkan sangat menarik karena hanya dengan bermodal sampah maka orang miskin bisa berobat.
"Kalau untuk dana sih sebenarnya kami juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan. Mereka kan biasanya punya program sosial, jadi kita bisa membantu juga. Kita bantu untuk program yang berkelanjutan," kata dia.
Selain itu klinik Indonesia Medika juga baru saja melaunching program kredit usaha. Program itu merupakan bentuk kerja sama dengan sebuah bank BUMN syariah.
"Jadi kita memberikan modal usaha tanpa riba. Jadi kita minta si peminjam mengembalikan uangnya tanpa riba dan itu nanti bergantian untuk orang lainnya. Jadi uangnya berputar dan kita tak perlu mengeluarkan banyak modal untuk membantu," ungkap dia.
Berita menggugah dengan tema muda dan mengispirasi sengaja disajikan untuk membangkitkan semangat generasi muda untuk semakin kreatif dan inovatif dalam berbagai hal. Jika ada figur di sekeliling anda yang mengispirasi, anda bisa memberikan informasi kepada kami melalui email redaksi@detik.com. Ayo berkreasi untuk negeri, detik ini juga!
Halaman 2 dari 1











































