"Airnav sudah menyiapkan untuk detik kabisat ini. Sistem komputer sudah di-setting. Radar pun juga sudah disetel. Peralatan Airnav sudah menyesuaikan. Kami belajar dari Y2K dulu," kata Direktur Safety dan Standard AirNav Indonesia, Wisnu Darjono dalam perbincangan, Selasa (30/6/2015). Y2K adalah perubahan tahun memasuki era milenium yakni tahun 2000.
Oleh karena itu, detik kabisat tidak akan mempengaruhi sistem navigasi penerbangan. Pemandauan dari darat juga tidak mendapatkan imbas apapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
caption-here.. |
Senada dengan Wisnu, pihak Angkasa Pura I yang mengurusi sistem di bandara juga menyatakan tidak akan ada perubahan jadwal penerbangan pesawat. AP mengacu jadwal dari Airnav yang sudah mengalami penyesuaian.
"Kalau dari sisi airport kami pastikan tidak ada perubahan jadwal keberangkatan karena detik kabisat ini," ujar Wisnu.
Detik kabisat pertama kali diimplementasikan pada 1972. Sejak saat itu, sudah terdapat 25 kali penambahan detik di akhir hari tertentu.
Penambahan waktu terakhir dilakukan pada 30 Juni 2012 pada pukul 23.59.60 Coordinated Universal Time (UTC). Selanjutnya detik kabisat akan terjadi lagi pada pukul 23.59.50 UTC atau pada pukul 06.59.60 WIB, Rabu (1/7/2015).
Pada tahun 1972, disepakati adanya penambahan waktu itu dibutuhkan sehingga waktu yang digunakan dalam peradapan tetap sinkron dengan gerakan bumi berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari. Untuk diketahui, bumi dalam rotasinya tidak selalu berputar dengan kecepatan yang sama, malah melambat.
(faj/mad)











































caption-here..