“Itu darah Margriet,” jelas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Heri Wiyanto, Selasa (30/6/2015).
“Itu bukan darah korban (Engeline-red),” tambah dia.
Pihak kepolisian juga menepis pernyataan kubu Margriet yang menyebut darah di kamar itu darah kucing.
“Kami menetapkan tersangka dengan alat bukti, nanti kita tunggu saja di pengadilan,” tegas dia. (dra/nal)











































