Prestasi Dokter Gamal, Bikin Asuransi Sampah dan Diakui Dunia

Muda dan Menginspirasi

Prestasi Dokter Gamal, Bikin Asuransi Sampah dan Diakui Dunia

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Selasa, 30 Jun 2015 09:11 WIB
Prestasi Dokter Gamal, Bikin Asuransi Sampah dan Diakui Dunia
Jakarta - Siapa tak sepakat kalau sampah itu adalah sumber penyakit. Jika tak dibuang setiap hari, bisa jadi sebuah rumah tangga akan tidak sehat.

Tetapi justru dari tangan dingin seorang dokter muda bernama Gamal Albinsaid (25) tumpukan sampah bisa sangat berguna dan tak ternilai. Inovasi itu tercetus dari batin dia yang tergerak melihat banyaknya orang miskin yang sulit mengakses kesehatan.

"Awalnya adalah ketika mahasiswa dulu, saya lupa semester berapa antara lima atau enam, dosen saya pernah buka praktik. Nah, saat praktik itu para pasien yang kebanyakan orang tidak mampu hanya bayar obatnya saja. Dulu juga saya pernah coba, tapi yang namanya mahasiswa kan terbatas dananya. Namanya mahasiswa kan kemudian langsung terinspirasi," tutur Gamal saat berbagi kisah inspiratif bersama detikcom, Sabtu (27/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya memang Gamal hanya berpikir bahwa cetusan ide itu nantinya cukup untuk membantu orang di lingkungan sekitar saja. Lebih-lebih lagi idenya itu terkesan tak berprospek ekonomi yang tinggi.

Gamal yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur ini berniat membuat sebuah klinik yang memiliki asuransi sosial. Berbeda dengan asuransi kesehatan kebanyakan yang mematok premi selangit, Gamal ingin memberi kemudahan bagi orang dengan status ekonomi bawah bisa mengakses.

"Saya terpikir untuk membuat 'asuransi sampah', itu asuransi mikro sosial di mana pesertanya hanya tinggal membayar dengan sampah saja. Sampah kan semua orang pasti punya dan itu tinggal dibayarkan setiap hari Sabtu," ujar Gamal.

Peserta program ini memang mayoritas adalah orang kurang mampu yang bahkan tak memiliki pekerjaan tetap. Mereka kemudian menyetorkan sampah sebagai premi asuransi.

Tak cuma itu, bahkan Gamal dan kawan-kawan sering pula menjemput sampah-sampah yang dikumpulkan di rumah peserta asuransi. Menurut dia seseorang yang sudah sakit berat dan rawat jalan di rumah bisa saja tak sanggup jalan ke klinik.

"Klinik kami ini namanya Indonesia Medika. Awalnya berjumlah 17 orang yang semuanya adalah anak muda. Sekarang semua ada sekitar 48 orang dan volunteer," kata pemilik akun twitter @Gamal_Albinsaid tersebut.

Berkat inovasinya ini Gamal pun diganjar sederet penghargaan internasional. Penghargaan itu antara lain adalah dari Pangeran Charles di Inggris, People Choice Award di California-AS, People Choice Award dari Australian Agency for International Development, dan masih banyak lagi.
Halaman 2 dari 1
(bag/faj)


Berita Terkait