Pendaratan Ilegal Heli Malaysia Bukti Lemahnya Pengawasan di Perbatasan

Laporan dari Moskow

Pendaratan Ilegal Heli Malaysia Bukti Lemahnya Pengawasan di Perbatasan

Moksa Hutasoit - detikNews
Selasa, 30 Jun 2015 01:39 WIB
Pendaratan Ilegal Heli Malaysia Bukti Lemahnya Pengawasan di Perbatasan
Istimewa
Moskow - Helikopter Malaysia mendarat tanpa izin di pos pengamanan perbatasan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Insiden ini menunjukkan begitu lemahnya pengawasan negara di perbatasan.

Bagi Wakil Ketua DPR Fadli Zon, peristiwa itu merupakan insiden yang sangat memalukan. Negara ini sepertinya tidak punya kedaulatan terhadap wilayahnya.

"Kalau kita punya kendali, kita bisa cegah, bahkan bisa memberi warning dulu," kata Fadli Zon di sela-sela kunjungan ke Rusia di KBRI Moskow, Senin (29/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Fadli, insiden Heli itu dianggapnya sebagai tindakan test the water Malaysia terhadap Indonesia. Setelah mendarat, barulah Indonesia berencana menanyakan kepada pilot. Namun yang miris, heli itu malah langsung kabur.

Pemerintah, memang wajib mempertanyakan dan memberi Nota protes kepada Malaysia. Namun yang paling penting, insiden ini jadi evaluasi internal pengamanan perbatasan.

"Berarti ada salah kontrol dalam jaga kedaulatan kita," kata Fadli.

"Penjaga perbatasan harus diperkuat dengan peralatan canggih serta adanya intensif," tutupnya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berencana memanggil Duta Besar Kerajaan Malaysia untuk Indonesia Dato Zahrain Mohamed Hashimmy. Juru Bicara Kemlu Armanatha Nasir mengatakan pemanggilan Duta Besar Malaysia dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari TNI Angkatan Udara.

"Rencananya esok akan dilakukan pemanggilan Dubes Malaysia ke kantor untuk dimintai keterangan," ujar Armanatha. (mok/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads