"Mereka enggak terlalu mendukung, karena saya sebetulnya lagi sakit, enggak boleh kena dingin," kata perempuan yang akrab disapa Gaby ini saat ditemui di Gedung MM UGM, Jl Saharjo, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2015).
Gaby mengatakan, nafasnya kerap tersengal-sengal saat kelelahan atau kedinginan. Setelah diperiksa ke dokter, ternyata mahasiswa lulusan S1 UI ini mengidap penyakit asma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu kedua orangtuanya keberatan mengizinkannya berangkat ke Roma pada 16-20 Oktober mendatang. Terlebih lagi pada akhir tahun, cuaca di Italia sudah memasuki musim dingin. Namun Gaby berkukuh untuk tetap berangkat. Mengingat Romun adalah ajang bergengsi internasional yang tak semua mahasiswa dapat bergabung di dalamnya.
Gaby tak akan menyia-nyiakan kesempatan istimewa itu. Mahasiswi yang mengambil jusrusan Manajemen Strategi ini terus berusaha meyakinkan kedua orang tuanya bahwa ia akan baik-baik saja.
"Saya tetap berangkat. Mereka pasrah, bilang 'yaudahlah', gitu," ujarnya.
Selain Gaby, ada 8 mahasiswa lain yang juga akan mengikuti Romun. Mereka adalah Indra Dwi Putra (24), Rini Ayu Sulistiani (25), Priska Marina (23), Yuriko Kusumawati (23), Mutia Andriastuti (23), Stanley Ferdinand (24), Lucky Ibrahim (23) dan M Mirza Indrapraja (22).
Sementara untuk simulasi sidang di Vienna adalah Vienna Model United Nations (Vimun). Indonesia mengirimkan 4 orang delegasi untuk ini. Mereka adalah Kukuh Iman Nursetiawan (24), Ryandra Kurnia (24), Anita Sabrina (24) dan Tommy Eka Putra (26). Vimun akan diselenggarakan pada 2-6 Agustus 2015 di Gedung perwakilan PBB di Vienna.
(kff/bag)











































