Ilham Arief Mangkir dari Panggilan, KPK: Jangan Bermanuver atau Dipanggil Paksa

Ilham Arief Mangkir dari Panggilan, KPK: Jangan Bermanuver atau Dipanggil Paksa

Herianto Batubara - detikNews
Senin, 29 Jun 2015 18:59 WIB
Ilham Arief Mangkir dari Panggilan, KPK: Jangan Bermanuver atau Dipanggil Paksa
Foto: Herianto Batubara/detikcom
Jakarta - Bekas Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mangkir dari panggilan kedua KPK hari ini. Ilham bersama keluarga dikabarkan tengah berada di Makkah beribadah umroh bersama keluarganya. Apa langkah KPK?

Meski Ilham, tersangka kasus korupsi pengelolaan PDAM di Makassar itu tengah di luar negeri, KPK mengaku tak khawatir dia tak kembali ke Tanah Air. Lembaga antirasuah ini berharap Ilham segera memenuhi panggilan.

"Kalau saya, tidak khawatir (Ilham tak kembali dari luar negeri). Jadi kalau memang dia beritikad baik untuk menyelesaikan pokok perkaranya, tentu dia akan memenuhi panggilan KPK secepatnya," kata Plt Pimpinan KPK Zulkarnaen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu disampaikan Zul dalam acara buka puasa bersama awak media di Ruang Auditorium KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2015). Di situ juga hadir Pimpinan KPK lainnya Johan Budi dan Adnan Pandu Praja, lalu jaksa KPK Yudi Kristiana, serta Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha.

Jika Ilham tidak kembali, lanjut Zul, tentu KPK akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan. "Saya pikir semua kemungkinan bisa terjadi. Kita juga pertimbangkan apa langkah yang tepat menghadapi orang yang kita proses dan panggil itu," ucapnya.

"Mudah-mudahan ada kesadaran semua pihak. Apalagi bulan puasa, tentunya tidak bermanuver dengan hal-hal yang tidak perlu. Karena pokok perkaranya kalau benar atau tidaknya supaya cepat nanti diperiksa secara terbuka. Kita berusaha secepatnya memproses perkara itu," sambung Zul.

"Jika Ilham tidak memenuhi panggilan ketiga, apa akan dipanggil paksa?" tanya wartawan.

"Saya enggak usah katakan itu, panggilan pertama tidak dilaksanakan, tentu panggilan kedua. Upaya berikut (panggilan paksa) tentu terbuka," imbuh Zul menegaskan. (hri/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini