13 Mahasiswa yang berasal dari MM UGM Jakarta ini terbagi dalam 2 tim. Yaitu 4 orang untuk mengikuti simulasi sidang di Vienna Model United Nations (Vimun) dan 9 orang di Rome Model United Nations (Romun). Vimun akan diselenggarakan pada 2-6 Agustus 2015, sementara Romun pada 16-20 Oktober 2015.
Para delegasi akan mempresentasikan paper mereka masing-masing yang berisi tentang isu-isu global. Masing-masing delegasi harus mempresentasikan kajiannya tentang isu di negara lain. Tema tersebut telah ditentukan oleh pihak panitia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk Romun, peserta tak dapat memilih sendiri tema dan negara yang ingin mereka presentasikan. Panitia langsung menentukan tema masing-masing peserta setelah mereka dipastikan lolos.
Vimun akan mengangkat tema mengenai IMF, HAM, keamanan dan media. Sementara Romun lebih banyak membahas isu mengenai kelaparan, pengangguran, teknologi dan inovasi.
Ajang bergengsi internasional ini akan diikuti oleh ratusan delegasi dari berbagai negara. Mereka akan berdebat, saling mengkritisi dan berdiplomasi serta melatih kepemimpinan.
"Ini akan membanggakan. Mereka akan mendapat nilai lebih setelah lulus dari MM UGM. Tidak sekedar mendapat gelar MBA, namun mempunyai pengalaman pernah bersaing di kancah internasional. Jadi tidak hanya jago kandang," kata Direktur FEB MM UGM, Wakhid Slamet Ciptono.
Delegasi Indonesia yang akan mengikuti Vimun adalah Kukuh Iman Nursetiawan (24), Ryandra Kurnia (24), Anita Sabrina (24) dan Tommy Eka Putra (26). Sementara delegasi Romun adalah Gabriel Febrianti (23), Indra Dwi Putra (24), Rini Ayu Sulistiani (25), Priska Marina (23), Yuriko Kusumawati (23), Mutia Andriastuti (23), Stanley Ferdinand (24), Lucky Ibrahim (23) dan M Mirza Indrapraja (22). (kff/bag)











































