Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh, Jalaluddin mengatakan, sampah di Banda Aceh semakin bertambah di bulan puasa dengan banyaknya kulit kelapa muda, ampas tebu, sisa makanan, serta limbah rumah tangga seperti plastik dan lainnya. Hal ini akibat banyaknya pedagang musiman yang berjualan pada sore hari.
"Volume sampah meningkat 15 ton dan ini sudah menjadi hal biasa saat bulan Ramadan," kata Jalaluddin saat ditemui wartawan, Senin (29/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampah diangkut ke TPA untuk didaur ulang," jelasnya.
Setiap hari, Dinas Kebersihan menurunkan 554 petugas untuk mengangkut sampah dengan menggunakan 54 unit truk. Menurut Jalaluddin, pihaknya juga terpaksa memberlakukan shift malam selama puasa dengan kekuatan 39 personel karena sampah tak mampu terangkut semua pada siang hari.
Petugas yang mendapat shift malam ini ditempatkan di berbagai sudut kota setelah salat Tarawih. Pemberlakukan shift malam ini rencananya akan berlaku hingga malam Lebaran, karena diprediksi malam takbiran volume sampah meningkat.
"Kalau hari-hari biasa tidak ada shift malam. Ini karena semua sampah tidak terangkut saat sore dan pada malam kita juga keluarkan sembilan truk sampah untuk mengangkut sampah ke TPA," kata Jalaluddin. (rul/try)











































