"Kita masih menunggu hasil keterangan dari laboratorium forensik dan uji balistik," ujar Kanit Reskrim Iptu Sutikno usai rilis hasil operasi Pekat di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (29/6/2015).
Ukuran proyektil telah diketahui secara kasat mata. Namun pihaknya enggan mengambil kesimpulan secara buru-buru akan kasus tersebut.
"Kita nggak bisa menyimpulkan apa-apa. Apakah itu senpi organik atau pabrikan," paparnya.
Ia berjanji jika akan menyelidiki kasus ini secara transparan. Ia pun meminta masyarakat untuk bersabar lantaran kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
"Paling lama hasil laboratorium keluar selama satu minggu. Kalau sudah keluar bisa menjadi bukti kuat. Pasti kita akan ekspose kasus ini jika sudah terungkap," tandasnya.
Hingga kini pelaku penembakan Saldi Putra masih misterius. Meski telah mengangkat proyektil peluru dari kaki korban, polisi belum dapat mengungkap pelaku dan motif di balik penembakan tersebut.
Penembakan tersebut terjadi pada Jumat (26/6/2015), sekitar pukul 17.00 WIB. Lantaran menegur pemotor Honda Beat yang bertindak ugal-ugalan di jalan raya, Saldi yang mengendarai Honda Revo malah mendapatkan timah panas. Pelaku langsung meninggalkan Saldi yang sudah bersimbah darah di tengah jalan. Kapolres Jaktim Kombes Umar Faruq menyatakan peluru yang digunakan pelaku berukuran 38 mm. (ed/nwy)











































