Ada kisah menarik soal kiprah 'gajah merah' milik Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung. Ceritanya berkaitan kantor dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Bandung yang wajib memiliki akun Twitter sesuai arahan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Berkat kecanggihan teknologi informasi nan modern, Emil, sapaan Ridwan Kamil, bisa memerintahkan anak buahnya melalui 'kicauan' teks dan foto yang diunggah kepada akun resmi SKPD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya seorang tweeple (pengguna Twitter), Raka Budi Pamungkas, mengabari Emil peristiwa oli tumpah yang melumuri jalan raya pada Minggu malam, 14 Juni 2015 lalu. Berikut 'kicauan' Raka atau pemilik akun @aganraka: Oli tumpah dilampu merah kedua dibawah flyover pasupati. Byk motor jatuh. Petugas sekitar diem @ridwankamil @infobandung @DiskominfoBdg.
Informasi tersebut memicu Emil membangunkan 'gajah merah' yang parkir di markas DPPK Kota Bandung, Jalan Sukabumi. Malam itu juga, Emil membalas dan meneruskan 'kicauan' Raka itu kepada akun DPPK Kota Bandung. "cc @diskar_bdg mhn segera ke TKP RT @aganraka: Oli tumpah dilampu merah kedua dibawah flyover pasupati. Byk motor jatuh," tulis @ridwankamil.
Yosep sebagai admin @diskar_bdg cepat merespons. Tim Rescue DPPK Kota Bandung dan mobil penyemprot atau 'gajah merah' meluncur ke lokasi oli tumpah. "Kami membersihkan tumpahan oli dengan menyemprotkan air," ucap Yosep.
Setelah tuntas melaksanakan tugas, Yosep langsung update 'berkicau' via Twitter disertai bukti enam foto. "Evakuasi oli tumpah di bawah flyover pasopati @ridwankamil @OdedMD @yossiirianto @FerdiLigaswara @aganraka pic.twitter.com/03xZyvSaTB," tulis @diskar_bdg.
Melalui mikroblog daring tersebut, Yosep mengatakan, pihaknya dan tweeple dapat berbaur menjalin interaksi tanpa sekat. Aktivitas pesan teks dan foto yang diterima serta disampaikan admin @diskar_bdg ini tentunya terpantau @ridwankamil.
"Info dari pengguna Twitter yang dikirimkan kepada akun kami memang beragam. Tupoksi kami sebenarnya berkaitan kejadian kebakaran, penyelamatan dan penanganan bencana," tutur Yosep.
Pernah suatu ketika, sejumlah tweeple bergantian melaporkan kejadian pohon tumbang di beberapa lokasi kepada akun @diskar_bdg. Yosep berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam) Kota Bandung guna berbagi tugas.
"Kalau ternyata pohon tumbang melintang atau menutup jalan serta ada korban tertimpa, tim Rescue Diskar bergerak. Kami tetap enjoy bertugas dan merespons info masyarakat. Pekerjaan ini demi pelayanan publik," ujar Yosep. (bbn/try)











































