“Kecelakaan itu terjadi karena kondis fisik dan perilaku pengemudi. Itu kan kemarin kecelakaan karena pecah ban,” jelas Wakil Dirut PT Lintas Marga yang mengelola Tol Cipali, Hudaya Arianto, Senin (29/6/2015).
Batu besar yang tingginya dua meter lebih ini memang berdiri kokoh di pinggir tol. Pengguna tol akan melihatnya berada di sebelah kanan saat berkendara dari Jakarta ke Cirebon. Penduduk menyebutnya Batu Bleneng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hudaya Arianto kembali menjelaskan, batu itu ada di lokasi sejak dahulu. Tidak ada pertimbangan apapun terkait keberadaan batu itu.
“Itu nggak ada mistisnya. Ya memang di situ saja batunya, itu di kawasan Bukit Salam,” tutur Hudaya.
Sempat tersiar cerita kalau batu itu hendak dipindahkan, tetapi tak bisa dilakukan karena satu dan lain hal. Cerita itu kemudian dibantah Hudaya.
“Kami juga nggak ada rencana mau memindahkan, karena memang batu itu ada di situ dan tidak mengganggu tol. Nggak tertabrak rute jalan,” tegas dia. (dra/gah)











































