"Pemerintah Indonesia mengecam terjadinya beberapa serangan teroris pada tanggal 26 Juni 2015 di tiga negara yang menyebabkan banyaknya korban sipil. Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada Pemerintah Kuwait, Tunisia, dan Prancis serta keluarga korban." demikian tertulis dalam sebuah pernyataan dari siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia yang diterima detikcom, Senin (29/6/2015).
"Serangan teror di tiga negara pada hari yang sama ini kembali menunjukan bahwa ancaman teror tidak mengenal batas wilayah. Pemerintah Indonesia kembali menegaskan dukungannya kepada upaya bersama masyarakat internasional untuk memerangi berbagai kelompok gerakan radikal," lanjutnya.
Serangan tersebut terjadi dalam bentuk serangan bom bunuh diri di Kuwait City pada saat Salat Jumat yang menewaskan 13 orang, serangan teror di Hotel Riu Imperial Marhaba di Port El Kantaoui Tunisia yang hingga saat ini menewaskan 39 orang turis dan melukai puluhan lainnya, serta serangan teror di pabrik kimia "Air Product", berlokasi di Isere, sekitar 25 km selatan Lyon Perancis yang menewaskan 1 orang dan 2 lainnya luka-luka.
Ketiga serangan teror tersebut telah mengakibatkan total 51 orang korban meninggal dan beberapa luka-luka. Sesuai informasi yang diterima dari KBRI di tiga negara tersebut sampai saat ini belum ada laporan terkait WNI yang menjadi korban dalam ketiga peristiwa teror tersebut.
"Pemerintah Indonesia kembali mengingatkan WNI yang berada di luar negeri untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga diri, menghindari tempat-tempat yang dapat menjadi target teror dan agar tidak terlibat dengan kelompok-kelompok radikal," pungkas pernyataan Kemlu tersebut. (dhn/ndr)











































