Tak jauh berbeda dengan Vimun, Romun merupakan simulasi sidang yang digelar oleh PBB bagi para mahasiswa. Hanya saja bedanya Romun diselenggarakan di Roma, Italia sementara Vimun di Vienna, Austria. Jika Vimun mengangkat tema mengenai IMF, HAM, keamanan dan media, Romun lebih banyak mengangkat isu soal kelaparan, pengangguran, teknologi dan inovasi. Romun akan dilaksanakan pada 16-20 Oktober 2015.
Ketua delegasi Romun Indonesia, Gabriel Febrianti (23) menjelaskan, panitia menetapkan tema dan negara yang akan dibahas oleh setiap peserta dalam paper mereka. Paper tersebut nantinya akan dipresentasikan dalam sidang dan diperdebatkan oleh seluruh peserta sidang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaby sendiri mendapatkan tema inovasi: masyarakat dan perkotaan di Thailand. Sementara temannya mendapatkan tema dan negara yang berbeda-beda. Setiap isu dan negara akan dipresentasikan oleh 1 orang.
Selain Gaby, 8 orang lainnya yang juga akan berlaga di Romun adalah Indra Dwi Putra, Rini Ayu Sulistiani, Priska Marina, Yuriko Kusumawati, Mutia Andriastuti, Stanley Ferdinand, Lucky Ibrahim dan M Mirza Indrapraja.
Gaby menjelaskan, Romun adalah salah satu ajang bagi para anak muda untuk belajar berdiplomasi antar negara. Mereka mengkritisi isu internasional dan mencari solusi global bagi negara-negara di dunia. Nantinya, Romun akan mendeklarasikan komitmen anak-anak muda atas ketahanan masa depan dan menginspirasi generasi muda untuk mengkritisi isu global seperti kemananan pangan, akses pangan, ketahanan dan perlindungan lingkungan.
"Romun akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan di mana kami bisa berlaga di kancah internasional," katanya.
Sementara itu Direktur FEB MM UGM, Wakhid Slamet Ciptono mengatakan, pihak UGM mendukung penuh langkah para anak didiknya ini. Ajang Romun ini sejalan dengan misi UGM untuk meningkatkan kualitas anak didiknya.
"Ini investasi untuk suatu saat, setelah lulus dari MM UGM mereka tidak hanya mendapat gelar MBA, tapi ada value added pernah berperan di kancah internasional. Jadi tidak hanya jago kandang," ujar Wakhid.
Menurutnya ini adalah pertama kalinya MM UGM mengirimkan peserta untuk unjuk gigi dalam ajang Romun maupun Vimun. Ia berharap, ke depannya akan semakin banyak anak didiknya yang berprestasi dan mampu bersaing di kalangan internasional. (kff/van)










































