Menteri Jonan: Masa Operasi Lebaran Diperpanjang Hingga 26 Hari

Menteri Jonan: Masa Operasi Lebaran Diperpanjang Hingga 26 Hari

M Iqbal - detikNews
Senin, 29 Jun 2015 00:01 WIB
Menteri Jonan: Masa Operasi Lebaran Diperpanjang Hingga 26 Hari
Cirebon - Pemerintah terus melakukan evaluasi tiap tahun dalam pelayanan angkutan mudik maupun fasilitas bagi masyarakat yang ingin berlebaran. Salah satu terobosan yang diterapkan tahun ini adalah memperpanjang masa operasi lebaran hingga 26 hari.

"Kita memperpanjang masa operasi lebaran. Biasanya itu 16 hari H1-7 sampai H2+7, sekarang 26 hari tanggal 2-27 Juli. Jadi H1-15 sampai H2+9," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam perjalanan kereta api Jakarta-Cirebon, Minggu (29/6/2015) malam.

Jonan memaparkan, operasi lebaran yang mencakup moda transportasi darat, laut, udara, termasuk kereta api, sudah beberapa tahun terakhir tidak bisa operasi lebaran pemerintah ditetapkan H1-7 sampai H2+7. Karena faktanya masyarakat lebaran lebih lama dibanding yang ditetapkan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kereta api sendiri sudah dua, tiga, empat tahun ini nggak bisa H1-7 sampai H2+7, pasti H1-10 sampai H2+10, pasti. Karena yang padatnya itu di situ. Moda darat juga sama, jadi kita dipanjangkan saja sekalian supaya pemerintah juga lebih siap melayani masyarakat dan masyarakat juga lebih nyaman," ujar mantan Dirut PT KAI itu.

Sementara untuk operasi pelayanan moda transportasi laut, Jonan mengatakan tidak bisa diubah tetap 25 hari seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau kapasitas bisa naik 4-5 persen, kapasitas tersedia ya, bukan jumlah penumpangnya. Kalau kereta api kapasitasnya dibandingkan lebaran tahun lalu naik 8 persen hampir 9 persen. Pesawat udara 2-3 persen, kapal laut 2 persen, penyebrangan 3 persen. Kira-kira begitu kapasitas sarana, kalau jumlah penumpang saya belum dapat laporan," ucap Jonan.

"Yang beda ketiga, rekan-rekan dari kemenhub nanti ada piket. Piketnya itu kayak polisi di jalan, operasi. Jadi bukan piket di ruangan terus duduk-duduk sambil ngerokok. Semua sampai ke bawah," imbuh menteri kelahiran Singapura, 21 Juni 52 tahun yang lalu itu.

(bal/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads