"Kita memperpanjang masa operasi lebaran. Biasanya itu 16 hari H1-7 sampai H2+7, sekarang 26 hari tanggal 2-27 Juli. Jadi H1-15 sampai H2+9," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam perjalanan kereta api Jakarta-Cirebon, Minggu (29/6/2015) malam.
Jonan memaparkan, operasi lebaran yang mencakup moda transportasi darat, laut, udara, termasuk kereta api, sudah beberapa tahun terakhir tidak bisa operasi lebaran pemerintah ditetapkan H1-7 sampai H2+7. Karena faktanya masyarakat lebaran lebih lama dibanding yang ditetapkan pemerintah.
"Kereta api sendiri sudah dua, tiga, empat tahun ini nggak bisa H1-7 sampai H2+7, pasti H1-10 sampai H2+10, pasti. Karena yang padatnya itu di situ. Moda darat juga sama, jadi kita dipanjangkan saja sekalian supaya pemerintah juga lebih siap melayani masyarakat dan masyarakat juga lebih nyaman," ujar mantan Dirut PT KAI itu.
Sementara untuk operasi pelayanan moda transportasi laut, Jonan mengatakan tidak bisa diubah tetap 25 hari seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau kapasitas bisa naik 4-5 persen, kapasitas tersedia ya, bukan jumlah penumpangnya. Kalau kereta api kapasitasnya dibandingkan lebaran tahun lalu naik 8 persen hampir 9 persen. Pesawat udara 2-3 persen, kapal laut 2 persen, penyebrangan 3 persen. Kira-kira begitu kapasitas sarana, kalau jumlah penumpang saya belum dapat laporan," ucap Jonan.
"Yang beda ketiga, rekan-rekan dari kemenhub nanti ada piket. Piketnya itu kayak polisi di jalan, operasi. Jadi bukan piket di ruangan terus duduk-duduk sambil ngerokok. Semua sampai ke bawah," imbuh menteri kelahiran Singapura, 21 Juni 52 tahun yang lalu itu.
(bal/kha)











































