"Orang memaknai agama sekedar ritualitas di pojok kiri, urusan lain di kanan. Orang mau salat berapa kali percuma kalau tidak dimaknai. Omongan juga berbeda. Ada ustad, kyai haji dan entitas-entitas itu sudah nggak steril," kata Johan dalam diskusi 'Puasa Korupsi' di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Minggu (28/6/2015).
Johan menjelaskan, kini bahkan para koruptor sudah tak ragu-ragu mengkorupsi segala proyek, termasuk proyek yang bersinggungan langsung dengan agama dan kepentingan umat. Cara bertransaksinya pun ditutup-tutupi dengan kegiatan keagamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi korupsi itu sudah tidak kenal entitas yang dulu sakral, yang seharusnya ucapan dan tindakan jadi contoh," imbuhnya.
Sayangnya, Johan tak mau menyebut siapa saja orang yang diketahui menutupi transaksi korupsinya dengan kedok umroh di tanah suci. Johan juga tak mau menjelaskan lebih jauh apakah transaksi saat umroh yang diketahui KPK itu berkaitan dengan kasus korupsi dana haji yang menjerat eks Menteri Agama Suryadharma Ali. (kha/kha)










































