Tidak sekedar menyajikan makanan halal, lewat tempat ini Brother Nabil juga ingin menciptakan ruang di mana sesama saudara muslim bisa nyaman berinteraksi di dalamnya. Karena kaum muslim di sini, terutama muslimah, kesulitan mencari tempat berkumpul dengan atmosfer halal. Mereka yang berhijab sering mendapat perlakuan tidak sopan, baik verbal maupun fisik. Dan hampir semua restoran di Ekuador menyediakan minuman keras.
Di tempat ini, Brother Nabil juga mempersilakan siapa saja yang hendak beribadah untuk menyulap rumah makan ini menjadi tempat salat. Baik bagi yang sedang menikmati makanan di sini maupun yang kebetulan hanya melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua daging untuk bahan baku rumah makan ini, semua diawasi dengan ketat oleh Brother Nabil. Bahkan ia sendiri yang memotong ayam di pasar, karena hampir semua daging ayam di sini dipotong dengan cara non-halal. Brother Nabil sudah memiliki langganan kios di pasar yang menyediakan ayam hidup sehingga ia bisa menyembelihnya sendiri.
(Aditya Jakun/Trans7) |
Dari penampakan sudah terlihat daging halal terlihat lebih bersih. Penelitian juga membuktikan daging halal lebih baik bagi hewan yang disembelihΒ dan juga kesehatan manusia. Ayam halal dipotong di pembuluh arteri, sehingga darah akan keluar semua dan tidak ada yang tertinggal di dalam dan berpotensi meninggalkan penyakit.
Sekali lagi Allah membuktikan kebesaranNya, yang Maha mengetahui akan segala hal. Β
Saksikan kisah lengkap potret kehidupan muslim di Ekuador dalam program "Jazirah Islam" pada Senin 29 Juni 2015 pukul 05.15 WIB hanya di Trans7.
Halaman 2 dari 1












































(Aditya Jakun/Trans7)