Publik Minta Porsi Menteri dari Kalangan Profesional Ditambah

Isu Reshuffle Kabinet

Publik Minta Porsi Menteri dari Kalangan Profesional Ditambah

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Minggu, 28 Jun 2015 14:18 WIB
Publik Minta Porsi Menteri dari Kalangan Profesional Ditambah
Jakarta - Selain menginginkan perombakan (reshuffle) kabinet, masyarakat ternyata menginginkan kaum professional dan akademisi lebih banyak mengisi kursi menteri Kabinet Kerja. Masyarakat tak ingin jumlah menteri dari parpol justru dikurangi.

Keinginan masyarakat tersebut tecermin dari hasil survei lembaga survei KedaiKOPI pada periode 26 Mei- 3 Juni 2015 terhadap 250 responden di Jakarta. Hasil survei ini dipublikasikan Minggu (28/6/2015).

Sebanyak 80,8% responden menilai jumlah menteri dari kalangan profesional perlu ditambah. Sementara pekerja yang meminta Presiden memberikan kursi menteri kepada KMP dan KIH hanya sebesar 13,6%. Survei tatap muka ini menggunakan metode purposive sampling dengan area survei di kawasan bisnis sekitar Jl MH Thamrin, JL Jenderal Sudirman dan Jl HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta.

"Hasil ini sejalan dengan survei tatap muka yang dilakukan kedaiKOPI sebelumnya pada 24-30 April 2015. Survei dilakukan kepada 450 responden yang tersebar secara proporsional di 45 kelurahan terpilih di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan dan Bekasi. Sebanyak 48% responden merekomendasikan Presiden memberikan tambahan kursi menteri bagi kalangan profesional atau akademisi," papar peneliti KedaiKOPI, Hendri Satrio.

Sebelumnya, pada pertengahan April 2015 Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (kedaiKOPI) juga melakukan polling online tentang tambahan kursi menteri bagi profesional, akademisi dan partai politik bila Presiden jadi merombak kabinetnya.

"Hasilnya dari 344 pengunjung situs yang mengikuti polling 58,14% memilih opsi ada tambahan Menteri dari profesional/akademisi. Rekomendasi publik yang merekomendasikan Presiden menambah kursi untuk profesional dibandingkan bagi parpol kemungkinan sejalan dengan hasil survei tatap muka kedaiKOPI tentang tingkat kepuasan terhadap kinerja parpol dan tingkat kedekatan responden dengan parpol," katanya.

Survei yang juga dilakukan pada 24-30 April 2015 menyebutkan bahwa responden yang puas dengan kinerja Parpol tertinggi hanya 44,2% (Gerindra) dan terendah 28,9% (Hanura). Sementara itu 52,4% responden menyatakan tidak dekat sama sekali dengan Parpol dan hanya 1,1% yang merasa sangat dekat dengan parpol.

KedaiKOPI merupakan lembaga diskusi dan kajian yang menghimpun dan menyuarakan opini publik terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat. KedaiKOPI telah menggelar beberapa survei mengenai kondisi sosial dan politik di negeri ini. Kelompok ini juga menggelar polling melalui situs www.unegunegpolitik.com dan www.kedaikopi.co.

"Hasil kajian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi semua stake holder di masyarakat dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang terkait dengan kepentingan publik," pungkasnya. (bpn/van)


Berita Terkait