Kebakaran Komnas PA: Tahun ini, Tahun 2008 dan Ancaman ke Kak Seto

Kebakaran Komnas PA: Tahun ini, Tahun 2008 dan Ancaman ke Kak Seto

Nograhany Widhi K - detikNews
Minggu, 28 Jun 2015 12:02 WIB
Kebakaran Komnas PA: Tahun ini, Tahun 2008 dan Ancaman ke Kak Seto
(Foto: Yudhistira Amran Saleh)
Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) kebakaran pada Sabtu (27/6) malam kemarin. Kebakaran di Komnas PA itu pernah terjadi tahun 2008 lalu. Saat itu, Seto Mulyadi sebagai Ketua Komnas PA sempat menerima ancaman.

Dari arsip detikcom, kebakaran Komnas PA pada 2008 lalu terjadi pada Sabtu 29 Maret 2008. Saat itu, kebakaran terjadi pada pukul 02.00 WIB dini hari. Api ditengarai berasal dari ruang arsip. Sebanyak 3.260 dokumen dan berkas kasus ludes terbakar.

Sekjen Komnas PA yang saat itu dijabat Arist Merdeka Sirait mengatakan ada beberapa kejanggalan kasus kebakaran itu. "Ada unsur kesengajaan. Ada bekas congkelan dan pintu tidak dikunci. Padahal biasanya dikunci," jelas Sekjen Komnas PA Arist Merdeka Sirait saat dihubungi detikcom, Sabtu (29/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dugaan sebelumnya yang menyebutkan kebakaran karena arus pendek ditepis Arist. Sebab, tatkala api muncul, lampu kantor masih menyala.

"Lampu nyala saat api berkobar," tuturnya.

Namun menurut informasi diperoleh dari sumber kepolisian saat itu, kuat dugaan ada unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran itu. Sebab ditemukan botol mencurigakan di ruang arsip.
Β 
"Kita duga berisi minyak tanah, karena hasil pembakaran, berdasarkan hasil penyelidikan awal mengandung hidro karbon," sebut sumber di kepolisian yang enggan disebutkan namanya.
Β 
Penyidik itu pun menuturkan bahwa saat ini tengah dilakukan pengujian. "Kita uji di laboratorium dengan cairan tertentu untuk memastikan, termasuk juga arang yang telah terbakar," urai penyidik berpangkat perwira tersebut.
Β 
10 Hari sebelum kebakaran, Ketua Komnas PA saat itu, Seto Mulyadi mengaku menerima ancaman. Kak Seto sedang jogging. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Suara berat seorang pria tidak dikenal terdengar.

"Sudah, kamu mengurusi si Komo saja. Jangan mengurusi kekerasan anak, gugat cerai. Ngapain sih?" kata pria yang tidak dikenal itu kepada Seto Mulyadi.

Kak Seto yang merupakan Ketua Komnas Anak mengaku tidak mengenal siapa yang menghubunginya itu. Dia mengangkat teleponnya karena dikira wartawan yang biasa menghubunginya.

"Saya cuma bilang 'baik, baik, baik'. Tapi ketika saya balik tanya siapa dia, langsung teleponnya ditutup," cerita Kak Seto dalam jumpa pers di Kantor Komnas Anak di Jl TB Simatupang No 33, Jakarta Timur, Senin (31/3/2008) lalu.

Bukan hanya pria itu yang mengancam Kak seto. Sehari sesudahnya, ketika sedang rapat, Kak Seto menerima telepon misterius dari seorang perempuan. Isinya sama. Meminta Kak Seto mengurusi si Komo.

Maklum, ada beberapa kasus yang ditangani cukup berisiko.

"Ada beberapa yang mencurigakan, tapi kami tidak berprasangka buruk terhadap siapapun juga," tutur Ketua Komnas PA Seto Mulyadi ketika dihubungi detikcom, Minggu (30/3/2008).

Selain ada yang mencurigakan, lanjut Kak Seto, Komnas PA juga pernah menerima ancaman. Ancaman itu, lanjutnya, berkaitan dengan berbagai kritikan keras terhadap masalah anak.

"Ada banyak hal, seperti kebebasan buruh anak, masalah iklan rokok, pembatasan tembakau. Itu kami melakukan kritik keras. Mungkin itu cukup mengandung risiko," kata Seto.

Pada Sabtu (27/6/2015) kemarin, Komnas PA juga mengalami kebakaran di malam hari sekitar pukul 19.00-20.00 WIB. 4 Ruangan hangus terbakar, termasuk gudang data. Data itu termasuk kasus yang sedang 'panas' yang ditangani Komnas PA, yakni pembunuhan bocah Engeline di Bali. Kak Seto memastikan semua berkas Engeline terbakar.

"Hampir bisa dipastikan, berkas Engeline semua ludes terbakar di ruang arsip. Selain ruang arsip, kebakaran juga menghabiskan ruang sekjen dan ruang keluarga di kantor ini," ujar Kak Seto di lokasi, Jl TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (28/6/2015).

Nah, apakah kebakaran Komnas PA kali ini disengaja? Biarkan polisi yang akan membuktikannya.
Halaman 2 dari 1
(nwk/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads