381 Warga Kabupaten Solok Masih Bertahan di Pengungsian
Senin, 21 Feb 2005 14:30 WIB
Padang - Warga Jorong Kasiak Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) yang terpaksa mengungsi karena terancam tanah longsor dari Bukit Sikungkuang, sampai Senin (21/2/2005) masih bertahan di pengungsian. Bila longsor terjadi, diperkirakan, sedikitnya 3.750.000 meter kubik tanah bercampur batuan akan menghantam kawasan pemukiman yang kini ditinggalkan warga.Berdasarkan data yang dihimpun detikcom, jumlah warga yang kini mengungsi dan menempati 4 tenda darurat serta bangunan ponpes Darul Syukri, sekitar 1 kilometer dari kaki bukit Sikungkung, mencapai 381 jiwa. Untuk menopang kebutuhan hidup, bantuan untuk mereka terus mengalir dari berbagai pihak.Kepala Desa Jorong Kasiak Koto Sani Buyung Gindo Sutan, mengatakan, sampai saat ini jumlah bantuan yang telah dikumpulkan mencapai Rp 28,4 juta. Bantuan itu, antara lain, datang dari Wapres Jusuf Kalla, perantau Minang Syahrul Ujud, Gubernur Sumbar, dan ketua DPRD kabupaten Solok. Di samping uang, mereka juga menerima bantuan berupa beras dan mie instan."Setiap hari, sedikitnya kita menghabiskan uang sekitar Rp 3 juta untuk memenuhi kebutuhan pangan. Kami bersyukur dengan adanya bantuan ini karena untuk sekian waktu dapat menjamin kebutuhan makan dan keperluan sehari-hari lainnya," ujar Buyung.Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Solok, Elfi Sahlan Ben, ketika dihubungi detikcom mengatakan, Pemkab berencana akan memindahkan pemukiman warga ke Jorong Lakuak Gatah, sekitar 3 kilometer dari Jorong Kasiak Koto Sani. "Pemukiman sebelumnya memang berbahaya untuk ditempati. Berdasarkan kajian tim ahli Geologi, keretakan di Bukit Sikungkuang sudah sedemikian parah dan sewaktu-waktu dapat terjadi longsor," ujar Elfi.Seperti diberitakan, warga Jorong Kasiak Koto Sani terpaksa mengungsi setelah mengetahui keretakan bukit Sikungkuang bertambah parah pada 6 Februari 2005 lalu. Waktu itu, warga cemas karena material bukit berupa lumpur bercampur batu mulai jatuh ke lokasi pemukiman. Kecemasan mereka bertambah setelah adanya informasi mengenai kondisi terakhir bukit Sikungkuang dan mulai seringnya hujan turun di kawasan tersebut.
(asy/)











































